CBP yang Tersimpan di Gudang Bulog Cabang Cirebon Capai 213.125 Ton
KOTA CIREBON, (FC).- Perum Bulog Cabang Cirebon mencatat capaian penyerapan gabah kering panen (GKP) yang cukup besar hingga pertengahan Tahun 2026.
Sebanyak 257.832 ton GKP telah diserap dari hasil panen petani di wilayah Cirebon, Majalengka dan Kuningan (Cimajakuning), sekaligus menjadi langkah strategis memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pangan.
Bahkan, Bulog memastikan stok beras yang tersedia saat ini aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2027.
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Imam Mahdi mengatakan, penyerapan gabah tersebut merupakan realisasi hingga 23 Juli 2026. Dari jumlah itu, hasil pengelolaan Bulog setara dengan 133.017 ton beras.
“Penyerapan Bulog Cabang Cirebon per 23 Juli mencapai 257.832 ton GKP atau setara 133.017 ton beras,” ujar Imam Mahdi, Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, seluruh gabah yang diserap berasal dari hasil panen petani di wilayah Cimajakuning yang dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan kepastian harga kepada petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional.
Menurut Imam, hingga saat ini jumlah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Cirebon mencapai 213.125 ton.
Stok tersebut dinilai sangat memadai untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. “Stok CBP yang kami miliki saat ini aman untuk memenuhi kebutuhan hingga Lebaran tahun depan,” ucapnya.
Meski stok beras sudah tergolong besar, Bulog Cabang Cirebon tetap membuka penyerapan gabah selama musim panen masih berlangsung. Langkah ini dilakukan agar hasil panen petani tetap terserap sesuai ketentuan yang berlaku.
Imam mengatakan, pihaknya juga menyediakan layanan penjemputan gabah bagi petani yang ingin menjual hasil panennya kepada Bulog. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah proses penyerapan sekaligus mempercepat distribusi gabah ke gudang Bulog.
“Kalau ada yang ingin dijemput gabahnya, kami siap menyerap sesuai HPP,” jelas dia.
Menurutnya, layanan penjemputan tersebut menjadi bentuk komitmen Bulog dalam memberikan kemudahan akses pasar bagi petani.
Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh kepastian pembeli, tetapi juga mendapatkan harga yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, Bulog terus mengoptimalkan pengelolaan stok beras agar ketersediaan pangan tetap terjaga.
Penguatan cadangan beras pemerintah dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, terutama menjelang periode kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat pada hari-hari besar keagamaan. (Agus)








Tinggalkan Balasan