KAB. CIREBON, (FC).- Anak Buah Kapal (ABK) asal Desa Kalipasung, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Casmari akhirnya bertemu dengan keluarga, Rabu (30/10) setelah berjuang melawan maut di Negeri Taiwan lantaran penyakit ginjal akut yang menyerangnya.

Kepada FC, Casmari mengungkapkan, dirinya yang mengakui sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) kaburan membuat dirinya ketika mengalami sakit tak ada satu orang pun yang mengantarkan dirinya ke rumah sakit, kisah pilu tersebut diceritakan Casmari.

Awal dirinya mengalami sakit ginjal akut yang kemudian dihantarkan oleh temannya, ketika akan ke rumah sakit tetapi ketika mobil ambulans datang karena teman-temannya juga sebagai PMI kaburan, membuat mereka juga langsung pergi meninggalkannya karena khawatir ditangkap oleh petugas, kondisi tersebut membuat dirinya ke rumah sakit hanya seorang diri dan hanya bermodalkan buku paspor.

“Teman-teman PMI yang ada di Taiwan baru mengetahui setelah saya viral di media massa di Taiwan yang mengalami sakit ginjal akut, namun tidak ada teman atau saudara yang membantunya,” ungkapnya.

Lanjut dijelaskan Casmari, kala itu dirinya berjuang melawan maut sendirian tanpa ada teman apalagi saudara, akan tetapi dengan viralnya pemberitaan tentang kondisi dirinya membuat teman-teman PMI yang ada di negara Taiwan mengetahui kondisi dirinya, ada beberapa diantara PMI wanita yang bekerja sebagai asisten lansia yang memeriksakan lansia yang dijaganya ke rumah sakit menyempatkan diri menengok dirinya dan memberikan bantuan dalam bentuk materi, selain itu juga teman-teman PMI yang tergabung dalam organisasi PMI asal Gebang dan Cirebon mulai melakukan penggalangan bantuan untuk membantu dirinya.

“Alhamdulillah meskipun awalnya saya bingung harus bagaimana, karena uang tidak ada dan saudara pun tidak ada, namun Allah masih memberikan umur kepada saya hingga akhirnya saya bisa melewati masa kritis di rumah sakit dan akhirnya bisa pulang ke rumah berkumpul dengan keluarga,” paparnya.

Casmari mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas semua bantuan yang sudah diberikan kepada dirinya selama di Taiwan, baik saat perawatan di rumah sakit hingga kepulangannya ke Indonesia.

Casmari pun mengapresiasi upaya Pemdes Kalipasung yang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membantunya dengan melakukan berbagai macam pengurusan dokumen yang dibutuhkan agar dapat dirawat di rumah sakit.

“Saya ucapkan terimakasih, kepada semua pihak yang sudah membantu saat di Taiwan, hingga saya bisa kembali ke kampung halaman di Desa Kalipasung,” jelasnya.

Sementara Kuwu Kalipasung, Endi Supriyadi mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan Casmari di Desa Kalipasung, meskipun saat ini kondisi Casmari masih dalam kondisi memerlukan perawatan yang intensif dikarenakan harus melakukan cuci darah setiap tiga hari sekali, akibat gagal ginjal stadium empat.

Untuk itu, Endi berharap Pemkab melalui dinas terkait untuk dapat memfasilitasi agar Casmari mendapatkan perawatan yang baik karena Casmari memang sangat membutuhkannya.

“Saya berharap agar ada perhatian dari Pemkab untuk perawatan Casmari yang didiagnosa gagal ginjal stadium empat dan harus cuci darah tiga hari sekali,” ungkap Endi.

Dijelaskannya, awal keberangkatan Casmari ke Taiwan itu legal atau resmi, namun dikarenakan sesuatu hal yang mengakibatkan Casmari menjadi tenaga kerja ilegal, hal ini yang sempat menjadikan posisinya sangat rumit. Terlebih dia disana mengali sakit dan harus mendapatkan perawatan.

“Alhamdulillah meskipun di awal rumit, namun karena kekompakan tenaga kerja di Taiwan khususnya yang berasal dari Cirebon yang mengurus dan membantu Casmari hingga akhirnya bisa pulang ke tanah kelahirannya di Desa Kalipasung, ” ucapnya. (Nawawi)