Camat Ligung Tinjau Akses Jalan Dua Desa Terancam Terputus
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Jalan desa yang ada di bibir Sungai Cikeruh, tepatnya di Blok Putbar, Desa Ligung Lor Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka saat ini keadaanya cukup memprihatinkan.
Hal ini di karenakan jalan yang menghubungkan dua desa yakni Desa Ligung Lor dan Desa Wanasalam kini terancam putus akibat tergerus abrasi Sungai Cikeuruh. Badan jalan yang semula lebarnya 6 meter kini tinggal 3 meter, atau tinggal setengah badan jalan.
Kondisi itu dikarenakan curah hujan yang tinggi menyebabkan air Sungai Cikeruh meluap, dan disaat air sungai surut makan bibir sungai pun turut longsor termasuk jalan desa yang kebetulan berada di bibir Sungai Cikeuruh.
Merespon keluhan warga setempat akibat akses jalan terancam putus, Camat Ligung Ida Heriyani bersama petugas lapangan dari BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Kades Ligung Lor Rasmin, pada Rabu (15/2) meninjau langsung lokasi abrasi yang berada di Blok Putbar Desa Ligung Lor.
Dalam tinjauannya Camat Ligung Ida Heriyani akan mengambil langkah secepatnya, memohon kepada Dinas PUTR Kabupaten Majalengka untuk melakukan kajian terkait abrasi yang memutus akses jalan antar desa bahkan memutus akses trasportasi dua kecamatan, yakni Kecamatan Ligung dan Kecamatan Jatitujuh.
Setelah meminta kajian ke PUTR, dirinya mau langsung menghadap Bupati Majalengka menyampaikan keluhan warga di sini.
“Langkah awal, Saya akan berkirim surat ke PUTR, setelah itu langsung mau menghadap Pak Bupati, agar keluhan warga di Blok Putbar ini cepat direspon,” ujar Camat Ligung.
Di tempat yang sama, Endang selaku petugas lapangan menyatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan permohonan perbaikan lokasi ini kepada pihak BBWS yang ada di Cirebon.
“Kami sudah sering berkirim proposal atau permohonan kepada pihak BBWS, cuman ga tahu sampai saat ini belum ada kejelasannya,” ujar Endang.
Ditegaskannya, untuk penanggulangan pertama, pihaknya sudah memberikan bantuan ribuan karung untuk membuat penahan longsor sementara. Hanya langkah ini dinilai kurang efektif. Hal ini dibuktikan dengan adanya tumpukan karung berisi tanah di lokasi abrasi.
Sedangkan Kades Ligung Lor, Rasmin menegaskan sudah sering kali berkirim surat kepada dinas, terkait permohonan perbaikan. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan, sementara masyarakat disini inginnya instan. Sekarang mengajukan besok atau bulan depan segera di perbaiki.
“Kalau dari pemdes Ligung Lor sudah sering mengajukan permohonan kepada dinas terkait yang ada di Kabupaten Majalengka. cuman ya itu tadi kewenangan ini adanya di BBWS atau menggunakan anggaran pusat (APBN),” tegas Kades Rasmin.
Sementara warga setempat Adsari, mengaku khawatir kalau abrasi ini tidak segera di perbaiki. Setiap waktu badan jalan mulai tergerus abrasi Sungai Cikeuruh. Beruntung disini ada warga setempat yang peduli turut menanggulangi sementara agar akses jalan tetap bisa digunakan.
“Alhamdulillah disini ada pengusaha lokal yang peduli, sehingga setiap badan jalan ambles langsung diurug dengan koral. Bibir jalannya langsung dibuat tanggul sementara,” ungkap Adsari.
Informasi yang didapat, dulunya jarak badan jalan ke bibir sungai itu sangat jauh sekitar 50 meter. Namun ga tahu kenapa setelah ada pembangunan di Sungai Cikeuruh, bibir sungai habis oleh abrasi. Sampai sampai sekarang badan jalan pun tinggal setengahnya. Masyarakat yang melintas diharap untuk berhati hati terutama di malam hari. (Munadi)








Tinggalkan Balasan