Bupati Tinjau Kekeringan di Desa Leuweunghapit, BBWS Siapkan Sodetan Permanen dan Kirim Pompa Tenaga Surya
MAJALENGKA, (FC).– Bupati Majalengka H.Eman Suherman turun langsung meninjau lokasi terdampak kekeringan di Kecamatan Ligung, Khususnya di Desa Leuweungapit, setelah menerima banyak laporan dari masyarakat, baik melalui selebaran maupun media sosial.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan cepat sekaligus memberi kepastian kepada petani yang khawatir gagal tanam pada musim tanam (MT) II.
Eman mengatakan, sebelum ke Ligung dirinya telah lebih dulu memantau kondisi kekeringan di Kecamatan Jatitujuh dan Kertajati. Menurutnya, persoalan di dua wilayah tersebut sudah mulai teratasi berkat pembangunan sodetan yang mampu mengalirkan air ke lahan pertanian.
“Yang lalu saya mendapat banyak informasi, bahkan melihat di media sosial soal kekeringan. Sebelumnya saya sudah ke Jatitujuh dan Kertajati, ternyata di sana sudah terselesaikan karena ada sodetan,” kata Eman, Kamis (30/7).
Namun, setelah menerima laporan dari Wakil Bupati mengenai kondisi di Ligung, Eman memutuskan turun langsung ke lapangan. Sebelum melakukan peninjauan, ia menghubungi Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung agar segera menindaklanjuti keresahan masyarakat.
“Saya meminta agar semua kegelisahan dan suara masyarakat di wilayah Ligung segera ditindaklanjuti. Alhamdulillah, BBWS langsung menugaskan petugasnya ke lapangan dan memang ditemukan kondisi yang dikhawatirkan petani,” ujarnya.
Menurut Eman, para petani sempat diliputi kecemasan karena khawatir tidak dapat menanam pada musim tanam kedua akibat minimnya pasokan air. Sebagai langkah darurat, BBWS memberikan bantuan pompa bertenaga panel surya agar petani tidak lagi bergantung pada pompa berbahan bakar solar.
“Beliau sudah mengambil langkah penanganan darurat dengan memberikan bantuan panel surya. Jadi petani tidak perlu lagi menggunakan pompa berbahan bakar solar yang tentu menambah biaya. Mudah-mudahan kecemasan masyarakat bisa terobati dan mereka tetap bisa menanam di MT II,” tutur Eman.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Martinus, mengatakan penanganan tidak hanya dilakukan untuk jangka pendek. BBWS juga telah menyiapkan solusi permanen berupa pembangunan sodetan dari Sungai Sindupraja menuju kolam penampungan air yang selanjutnya akan dialirkan ke Sungai Cikamangi.
Menurut Martinus, untuk merealisasikan rencana tersebut diperlukan dukungan Pemerintah Kabupaten Majalengka berupa pembebasan lahan sepanjang sekitar 200 meter yang akan digunakan sebagai lokasi penampungan sodetan. Pembebasan lahan tersebut direncanakan menggunakan anggaran APBD.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah memberikan bantuan mesin pompa bertenaga surya agar kebutuhan air petani bisa segera terpenuhi. Setelah itu, kami akan menyiapkan pembangunan sodetan dari Sungai Sindupraja menuju penampungan air, lalu dialirkan ke Sungai Cikamangi sebagai solusi jangka panjang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Leuweunghapit, Didi Suryadi, mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Majalengka dan BBWS dalam menangani keluhan petani.
“Alhamdulillah, Pak Bupati bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani. Kami merasa diperhatikan karena beliau langsung datang ke lokasi dan memastikan penanganan dilakukan,” ujar Didi.
Ia mengungkapkan, demi menjaga pasokan air ke lahan pertanian, para petani harus bergotong royong menjaga puluhan pompa air selama 24 jam. Mereka bahkan bergantian tidur di area persawahan agar distribusi air tetap lancar.
“Petani rela tidur di sawah untuk menjaga pompa agar air terus mengalir. Semua dilakukan secara gotong royong supaya tanaman padi tetap terselamatkan,” katanya.
Didi menyebut lebih dari 200 hektare sawah di Desa Ampel, Leuweunghapit, Bantarwaru, dan Kedungkencana terdampak kekeringan.
Dengan bantuan pompa tenaga surya dan rencana pembangunan sodetan permanen, para petani berharap pasokan air kembali normal sehingga musim tanam kedua dapat berjalan dan ancaman gagal panen bisa dihindari. (Munadi)








Tinggalkan Balasan