Bupati Minta Pengelola Wisata Lebih Kreatif Promosikan Tempat Wisatanya
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Bupati Majalengka, H. Karna Sobahi meminta para pengelola tempat wisata lebih kreatif promosikan tempat wisatanya, guna meningkatkan minat pengunjung dan membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan banyaknya potensi obyek wisata di Majalengka dan ekonomi kreatif merupakan lokomotif peningkatan pembangunan di Kabupaten Majalengka, tata kelola pariwisata ini harus benar-benar dimaksimalkan untuk kemajuan dalam peningkatan PAD,” ujar Bupati.
Hal tersebut disampaikan Bupati usai kegiatan Bimbingan Teknik (Bintek) SDM Ekonomi Kreatif dengan tema “Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (Bisa)” yang bertempat di Curug Muara Jaya, Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Selasa (8/9).
Baca Juga: Kembali Dibuka, Pengelola Objek Wisata Diminta Perketat Protokol Kesehatan
Bupati berharap, daya tarik dan daya tawar wisata dapat menarik kunjungan wisata di berbagai objek yang ada di Kabupaten Majalengka, meski di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) asal tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dengan begitu, sambung dia, pihaknya optimis jika dalam pengelolaan pariwisata dilakukan dengan baik dan memiliki sumberdaya manusia yang lengkap, maka pengunjung yang datang akan merasa terkesan.

“Sangatlah tepat diadakannya Bintek SDM Ekonomi Kreatif ini agar semakin banyak orang yang datang dan akan merasa senang dan disenangkan oleh pelayanannya yang baik dan ramah. Di samping visual kebersihan dan keasrian tempat, sajian kuliner dan spot-spot lainnya, hingga cindera mata khas daerah menjadi bagian dari daya dukung dalam menghidupkan potensi dunia pariwisata di Majalengka ini,” tukasnya
Sejauh ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka akan mengucurkan anggaran 10 miliar bagi pengembangan pariwisata dengan penataan tempat wisata.
Selain itu, Pemkab juga memberikan batuan lain ke-obyek wisata menjaga agar tidak menjadi klaster penularan Covid-19, diantaranya 30 wastafel portable, 30 unit thermogun, 30.000 masker, cairan disinfektan sebanyak 320 liter, bilik disinfektan 18 buah, faceshield 200 buah, cairan hand sanitizer 72 liter, sarung tangan 2500 buah, serta baju hazmat 36 buah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka, Lilis Yuliasih menambahkan, dirinya optimis bahwa bidang pariwisata di Kabupaten Majalengka akan menjadi lokomotif ekonomi bagi daerah-daerah di Kabupaten Majalengka.
“Dengan adanya gotong-royong bersama para pelaku destinasi wisata, ekonomi kreatif dan seni budaya, saya optimis hal ini akan menjadi lokomotif ekonomi bagi daerah-daerah di Majalengka ini,” tambahnya. (Ibnu)








Tinggalkan Balasan