Bupati Kuningan Minta Sekolah dan Orang Tua Awasi Pelajar
KUNINGAN, (FC).- Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar meminta pihak sekolah dan orang tua memperkuat pembinaan terhadap pelajar menyusul terjadinya aksi tawuran yang diduga melibatkan siswa SMK Muhammadiyah Kuningan dan SMK Karya Nasional (Karnas) beberapa waktu lalu.
Menurut Dian, persoalan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena dapat mencoreng citra Kuningan sebagai daerah yang tengah mendorong diri sebagai kabupaten pendidikan.
Hal itu disampaikan Bupati usai menghadiri Dies Natalis ke-70 SMP Negeri 1 Cilimus, Kamis (6/8).
Ia menegaskan, pembinaan karakter pelajar tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah, tetapi harus melibatkan peran aktif keluarga.
“Saya menyesalkan atas kejadian tersebut. Saya sudah mengambil langkah-langkah dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar diberikan efek jera,” ujar Dian.
Ia menegaskan, aksi kekerasan antarpelajar tidak boleh dibiarkan karena bertentangan dengan nilai pendidikan yang selama ini dibangun di Kabupaten Kuningan.
“Saya ingin Kabupaten Kuningan dengan tujuan menjadi kabupaten pendidikan jangan ternodai oleh kejadian seperti ini,” tegasnya.
Menurut Dian, lingkungan sekolah memang memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.
Namun, pengawasan orang tua di luar jam sekolah juga menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam mencegah anak terlibat dalam pergaulan negatif.
“Saya mohon pembinaan ini tidak dilakukan oleh sekolah saja, tetapi juga oleh orang tuanya,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Bupati telah meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan bersama pihak terkait untuk melakukan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat.
Ia juga mendorong agar orang tua siswa dilibatkan dalam proses penyelesaian persoalan tersebut, sehingga dapat diketahui akar masalah sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Saya meminta Pak Kadisdikbud dan bidang terkait untuk menindaklanjuti. Berikan efek jera. Kalau perlu orang tuanya juga dipanggil untuk mengetahui duduk persoalannya, supaya tidak terulang lagi,” ujarnya.
Dian berharap sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum terus diperkuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Ia juga mengajak seluruh pelajar di Kabupaten Kuningan untuk menjauhi tindakan kekerasan serta mengedepankan penyelesaian masalah secara bijak.
“Prestasi dan masa depan pelajar harus menjadi prioritas. Jangan sampai terpengaruh hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun nama baik sekolah dan daerah,” pungkasnya. (Angga)








Tinggalkan Balasan