Bupati Dian: Kemerdekaan Adalah Kerja yang Tak Pernah Selesai
KUNINGAN (FC).- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan berlangsung khidmat di Stadion Mashud Wisnusaputra, Senin (17/8).
Momentum tersebut menjadi refleksi bagi pemerintah dan masyarakat untuk memaknai kemerdekaan melalui kerja nyata.
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar yang bertindak sebagai pembina upacara menegaskan, kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“17 Agustus 1945 adalah sejarah, tetapi kemerdekaan bukanlah benda sejarah yang cukup kita simpan di museum, kita kenang dalam upacara, lalu kita tinggalkan setelah bendera diturunkan. Kemerdekaan adalah pekerjaan yang tidak pernah selesai,” ujar Dian.
Upacara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kuningan, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, hingga organisasi kepemudaan.
Dalam amanatnya, Dian mengatakan tantangan kemerdekaan saat ini berbeda dengan masa perjuangan para pahlawan.
Persoalan kemiskinan, kesenjangan ekonomi, keterbatasan kesempatan, kerusakan lingkungan, serta pola pikir masyarakat menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari banyaknya infrastruktur yang dibangun atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi dari sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Ukuran paling jujur dari pembangunan bukanlah seberapa tinggi bangunan yang kita dirikan, tetapi seberapa tinggi kehidupan masyarakat dapat kita angkat,” tegasnya.
Dian juga mengaitkan semangat kemerdekaan dengan visi Kuningan Melesat yang mengusung nilai Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.
Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak boleh meninggalkan masyarakat yang masih membutuhkan perhatian.
Pembangunan harus menjadi gerakan bersama yang membawa seluruh elemen masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.
“Melesat bukan berarti berlari meninggalkan siapa pun. Melesat berarti bergerak maju dengan membawa sebanyak mungkin masyarakat bersama kita,” katanya.
Bupati juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak hanya mengejar capaian program, tetapi memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Jangan hanya bertanya apa yang sudah kita kerjakan, tetapi bertanyalah lebih dalam, apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat karena pekerjaan kita,” ujarnya.
Selain itu, Dian mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.
“Jika ada persoalan di tengah masyarakat, jangan buru-buru mencari siapa yang salah, mari terlebih dahulu mencari apa yang bisa kita perbaiki,” tuturnya.
Ia menegaskan, makna kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelayanan yang tulus, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ekonomi yang membuka peluang, pendidikan yang memberi masa depan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Pemerintahan bukan tentang seberapa besar kewenangan yang kita miliki, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat kita berikan,” pungkasnya.
Melalui peringatan HUT ke-81 RI, Dian mengajak masyarakat Kuningan memperkuat kebersamaan untuk melanjutkan pembangunan daerah.
“Dari Kuningan kita raih Indonesia. Dengan kerja kita maknai kemerdekaan, dengan kebersamaan kita wujudkan Kuningan Melesat,” tandasnya. (Angga)








Tinggalkan Balasan