Bupati Cirebon Bagikan 1.886 Paket Sembako untuk Nelayan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Menurutnya, sejumlah wilayah yang dikunjungi perlu dilakukan monitoring, karena banyak nelayan dan masyarakat pesisir yang merasa kesulitan, sehingga memerlukan perhatian lebih dari Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon.
Selain itu, masyarakat nelayan juga perlu diberikan pengarahan, edukasi dan sosialisasi tentang pelayaran, membaca cuaca, serta menangkap ikan dengan baik, agar tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan.
Sementara Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Letkol Laut (P) Afif Yuhadi mengatakan, Negara Indonesia merupakan Negara laut, sehingga pemerintah harus melihat laut untuk mengetahui kemajuan Negara, khususnya Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon turut serta menjaga keamanan di laut, dengan membantu pengadaan kapal patroli, kemudian secara rutin melakukan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat nelayan, dimana hal itu bisa dikerjasamakan dengan angkatan laut, yang memiliki program Pembinan Desa Pesisir.
“Sesuai Undang-undang TNI Nomor 34 tahun 2004 yang didalamnya menyebutkan tugas TNI membantu pemerintah daerah dalam OMSP atau Operasi Militer Selain Perang, TNI yang memiliki Moto dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, senantiasa mendarmabaktikan dan mewakafkan jiwa raga untuk masyarakat,” kata Afif.
Perlu diketahui, Laut wilayah Cirebon memiliki panjang 232 km2, dengan panjang pantai 95 nautical mile atau kurang lebih 178 km garis pantai wilayah Lanal Cirebon. Panjang tersebut cukup luas dalam melaksanakan patroli laut, dimulai dari Karawang Jawa Barat hingga perbatasan Tegal Jawa Tengah.
Dengan luas tersebut, sudah tentu memerlukan Alat Utama Sistem Senjata atau Alutsista yang mumpuni, pada saat melakukan operasi atau partoli.
“Setiap harinya, Lanal Cirebon melakukan 2 kali patroli. Garis pantai yang luas dan jumlah personil sebanyak 182 orang, dengan yang aktif disiagakan 42 orang setiap harinya, hal ini tentu jauh dari kata ideal, terlebih umur Alutsista yang dimiliki cukup tua yaitu buatan tahun 2000, sehingga perlu adanya peningkatan modernisasi Alutsista kapal patroli serta penambahan jumlah kapal, agar keamanan laut dapat terjaga dengan baik,” tukasnya. (Ghofar)












Tinggalkan Balasan