KUNINGAN, (FC).- Seperti diketahui beberapa tahun yang lalu Kabupaten Kuningan sudah dideklarasikan sebagai Kabupaten Angklung. Deklarasi Kuningan sebagai Kabupaten Angklung saat itu didasari atas keinginan besar untuk mengangkat potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Kuningan.

Dari Kuningan lahir karya seni fenomenal yang telah mendunia yakni seni angklung, masyarakat Kabupaten Kuningan harus merasa bangga bahwa Kabupaten Kuningan pernah mengukir sejarah lahirnya seni angklung.

Sejalan dengan tujuan melestarikan seni angklung, beberapa waktu yang lalu rombongan mengunjungi Desa Wisata Cibuntu, salah satu Desa Wisata yang secara konsisten tetap memelihara seni budaya, baik dalam kehidupan sehari-hari, kuliner, tradisi dan kesenian.

Angklung selalu ditampilkan sebagai musik pengiring bahkan sebagai atraksi wisata.

Selain homestay banyak sekali potensi yang ada disana baik yang sudah berkembang ataupun yang sedang dikembangkan. Salah satu potensi yang sedang dikembangkan untuk menjadi daya tarik adalah Pusat Kerajinan Angklung dan Seruling “Pojok Awi”.

“Cibuntu pantas untuk dikunjungi, desanya bersih, masyarakatnya sangat ramah dengan budaya yang tetap dilestarikan, makanya kami datang kesini, Cibuntu juga kan produksi angklung dan seruling yang selama ini banyak dibeli oleh wisatawan-wisatawan yang berkunjung ke Cibuntu, semoga dengan kunjungan ini, Kami bisa membantu dan mendorong agar banyak yang memesan Angklung ke Cibuntu,” ujar Kabid Pemasaran Disporapar Kabupaten Kuningan, Teti Sukmawati.

Mang Dede salah satu Pelaku Seni yang mengelola Pusat Kerajinan Angklung dan Seruling “Pojok Awi” berharap dukungan pemerintah khususnya Pemkab Kuningan. tentunya sangat diharapkan.

Sebagai Kabupaten yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten Angklung sudah saatnya dukungan riil diberikan kepada para pengrajin Angklung seperti di desa Cibuntu.

“Kami sangat berharap bantuan promosi dan pemasaran dari Pemda,” pungkas Dede.

Menanggapi keinginan tersebut, Bupati Kuningan, H Acep Purnama saat diwawancara FC usai menghadiri kunjungan Deputi Gubernur Bank Indonesia di Desa Wisata Kopi Cibeureum menyampaikan dukungannya kepada para pelaku seni khususnya pengrajin Angklung agar hasil produksi angklungnya dapat masuk ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kuningan.

“Kita kan sudah mencanangkan Kuningan sebagai Kabupaten Angklung, maka dari itu angklung ini harus bisa hidup dan semarak, sehubungan penciptanya juga asli orang  Kuningan Pak Daeng Sutigna itu, nanti harus ditunjang oleh para pengguna angklung dalam hal ini anak-anak sekolah,” jelas Acep.

Untuk itu, Bupati akan mewajibkan setiap sekolah agar memiliki perangkat angklung, nantinya setiap siswa akan belajar bermain angklung dan akan ada perlombaan angklung antar sekolah.

“Wajib, nanti akan saya wajibkan sekolah-sekolah memiliki perangkat Angklung, nanti kita juga akan lombakan” Pungkas Acep Purnama. (Bambang)