BUMDes Mustika Jaya Kasturi, Inovasi Desa yang Menyulap Melon Jadi Magnet Ekonomi dan Wisata Baru
KUNINGAN, (FC).- Desa Kasturi di Kecamatan Kuningan kini tengah menjadi sorotan.
Melalui tangan kreatif para pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mustika Jaya, desa ini berhasil menumbuhkan harapan baru bagi ekonomi masyarakat lewat inovasi pertanian melon premium yang dikolaborasikan dengan wisata kuliner Diva Pujasera.
Peresmian Diva Pujasera pada Sabtu (8/11) dihadiri dan dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar.
Acara ini menjadi momentum penting bagi BUMDes Mustika Jaya untuk memperkenalkan produk unggulan mereka yaitu melon premium dengan enam varietas dari berbagai negara.
Direktur BUMDes Mustika Jaya Kasturi, Deny Sudistriadi, menjelaskan bahwa usaha ini lahir dari kolaborasi antara potensi pertanian dan aset kuliner desa.
“Awalnya kami ingin memanfaatkan aset pujasera untuk menggerakkan ekonomi lokal. Tapi setelah melihat potensi lahan dan minat masyarakat, kami mencoba budidaya melon premium. Hasilnya luar biasa diluar dugaan sebelum panen saja semua melon sudah habis dipesan, kebanyakan dari luar daerah seperti Jakarta, Depok, Tegal, dan Cirebon. Ini dampak positif dari promosi kami di media sosial, terutama TikTok,” ujar Deny.
Deny menambahkan, BUMDes Mustika Jaya kini membudidayakan enam jenis melon unggulan, yaitu Ita Non (Thailand), Amigua (Tiongkok), Fujisawa (Jepang), Kantolop (Persia), Dalmation, dan Lavender.
Usaha ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan desa.
“Kami terbuka untuk kerja sama dengan desa lain. Banyak BUMDes sudah datang ke sini untuk belajar. Kami siap bantu dari nol sampai berhasil. Karena kunci BUMDes itu kolaborasi dan totalitas,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengaku kagum dengan konsep inovatif yang dijalankan oleh BUMDes Mustika Jaya.
Ia menilai langkah ini bukan sekedar menciptakan produk, melainkan membangun model ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Ini luar biasa. Saya melihat bagaimana desa bisa tumbuh dengan cara kreatif dan profesional. Ada kuliner, ada pertanian modern, dan semuanya dikelola dengan riset dan inovasi. Saya mencoba melon varietas Amigua, rasanya manis dan renyah. Dan hebatnya, semua sudah sold out sebelum panen. Ini bukti bahwa pasar percaya pada produk desa,” ujar Bupati.
Menurutnya, BUMDes Mustika Jaya Kasturi menjadi inspirasi bagi seluruh desa di Kabupaten Kuningan.
“Dimana ada kemauan, di sana ada jalan. Walau baru seumur jagung, tapi sudah menunjukkan prospek luar biasa. Ini contoh nyata bahwa inovasi dan kemauan kuat bisa mengubah wajah ekonomi desa,” tegasnya.
Kini, BUMDes Mustika Jaya Kasturi tidak hanya menjadi sumber kebanggaan warga, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi desa berbasis inovasi lokal.
Dengan perpaduan pertanian modern, wisata kuliner, dan kekuatan digital marketing, Desa Kasturi berhasil membuktikan bahwa dari lahan desa pun bisa lahir inspirasi ekonomi kreatif yang menembus batas daerah. (Angga/FC)








Tinggalkan Balasan