Bulog Cirebon Siapkan 10.000 Ton Beras Bantuan PPKM
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Perum (Perusahaan Umum) Bulog Cabang Cirebon siap menggelontorkan 10.000 ton beras bantuan PPKM dari Kemensos.
Beras bantuan sosial di masa perpanjangan PPKM Darurat ini akan didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BST sesuai data pagu dari Kemensos.
Masing-masing KPM akan menerima beras bantuan PPKM sebanyak 10 kilogram (kg) Dalam penyalurannya, Bulog Cirebon menggandeng kerjasama dengan PT. Pos Indonesia.
Kepala Bulog Cabang Cirebon, Ramadin mengatakan, pihaknya mendapat penugasan menyediakan beras dalam kemasan 10 kg sebanyak 10.000 ton sampai 30 Juli 2021 dengan target 400 ton perhari
Untuk mengejar target waktu yang singkat itu, pihaknya mengoperasikan seluruh gudang gudang untuk produksi (giling) dan pengemasan. Ada 10 gudang Bulog yang dioperasikan.
“Posisi saat ini barang yang tersedia sudah sekitar 50 persen. Masih sisa 7 hari lagi untuk pemenuhan penyediaan komoditi,” kata Ramadin kepada FC, Jumat (23/7).
Sedangkan untuk pendistribusiannya, Bulog Cirebon menargetkan selesai pada 9 Agustus 2021.
Berdasarkan data alokasi yang diterima pihak Bulog, Kabupaten Kuningan mendapatkan pagu 100.260 KPM atau sebanyak 100.2600 kg.
Kemudian Kota Cirebon sebanyak 31.221 KPM atau 312.210 kg, Kabupaten Cirebon 245.648 KPM atau sebanyak 2456.480 kg.
Lalu Majalengka 121.604 KPM atau 1216.640 kg beras.
“Wilayah operasional di empat kota kabupaten itu totalnya 4498.733 KPM, atau secara kuantum 4987.330 kilogram,” jelas Ramadin
Dikatakan, beras bantuan PPKM ini merupakan beras medium hasil pengadaan tahun 2021. Bulog Cirebon memiliki stok cadangan beras yang berlimpah.
Pihaknya juga mendapatkan penugasan dari Kanwil Bulog Jawa Barat untuk membantu cabang Cianjur dan Bandung dengan total alokasi 960.233 KPM
“Kami diberi amanah untuk memenuhi kebutuhan di cabang-cabang lain. Jumlahnya hampir sama. Kalau Cianjur itu 293.000 KPM dan Bandung 168.500 KPM,” lanjut Ramadin.
Pengiriman perdana ke Kota Bandung telah dilakukan pada Jumat (23/7) sebanyak 150 ton. Sedangkan untuk wilayah operasional Bulog Cirebon, sudah dilakukan sejak H-3 Lebaran Idul Adha.
Namun angka penyalurannya masih kecil. Hal ini, menurut Ramadin, dikarenakan adanya perubahan kerjasama penyedia transporter dari JPL ke PT. Pos Indonesia.
Perubahan ini membuat pendistribusian beras bantuan PPKM untuk wilayah operasional Buog Cirebon mengalami kendala dalam tiga hari ini.
PT. Pos Indonesia, lanjutnya, belum bisa mendistribusikan karena masih melakukan konsolidasi data dengan JPL sejak tanggal 21 Juli lalu.
“Mudah-mudahan besok sesuai arahan dari Kanwil, Pos sudah jalan karena secara fisik kami sudah siap,” ujarnya. (Andriyana)








Tinggalkan Balasan