BUKU MULAI TERSISIHKAN, GADGET SEMAKIN TERDEPAN
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
OLEH: ERVINA K
MAHASISWI IAI CIREBON
Pendidikan saat ini nampaknya memang tak bisa jauh-jauh dari gadget, tak dipungkiri di era digital ini teknologi benar-benar dibutuhkan. Dari TK hingga kuliah semua memakai benda canggih ini, selain memudahkan belajar apalagi saat ini keadaan masih belum membaik. Gadget menjadi peran utama dalam dunia pendidikan, hal itu membuat Menteri PendidikanRI khususnya memberikan sedikit bantuan berupa kuota untuk kegiatan belajar mengajar para siswa maupun mahasiswa.
Namun rupanya, gadget tetaplah gadget yang juga masih memiliki banyak sekali kekurangan. Jika dilihat, materi dari buku nampaknya mulai tersisihkan dan menjadikan anak-anak ketergantungan dengan adanya benda canggih itu. Guru pun bimbang, inginnya memberikan materi secara tatap muka tapi keadaan yang masih membuat mereka juga siswanya belajar jarak jauh atau belajar online.
Hal itu pula yang menjadikan orang tua mau tidak mau selalu memberikan fasilitas digital itu setiap harinya, sayangnya masih ada saja beberapa orang tua yang tidak memberi jeda kepada anak-anaknya. Dan dampaknya pun tidak main-main, setiap hari kadang ada saja perdebatan antara ibu terutama dengan anak yang kecanduan bermain gadget.
Bukan salah anak, kurangnya pengawasan serta pemberian jeda orang tua terhadap anak tidak begitu dipikirkan. Mengunduh aplikasi game online pun tidak dilarang, ini yang bahaya terutama untuk siswa yang masih duduk dibangku sekolah dasar. Sangat disayangkan kepada para orang tua yang terlalu memanjakan anak dengan benda canggih itu, padahal seusia anak-anak sekolah dasar seharusnya tidak perlu terlalu jauh mengenal dunia canggih.
Saya merasa, di jaman sekarang ini banyak sekali anak-anak yang kehilangan momen masa kecilnya. Kebanyakan dari anak-anak sekarang lebih memilih bermain dengan gadget dibanding teman-teman sebayanya. Sehingga, hal tersebut dapat membuat anak-anak nantinya jika sudah beranjak remaja akan sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru karena pada masa kecilnya dihabiskan berdiam di rumah dengan gadget.
Ada saatnya para orang tua mengenalkan teknologi kepada sang anak jika usia mereka sudah mencukupi, tahu mana yang baik dan buruk. Sehingga orang tua tidak selalu berteriak kencang jika anak lupa waktu sebab bermain game, berikan fasilitas secukupnya. Karena pola pikir anak harusnya tidak penuh dengan dunia game online, rasanya seperti percuma belajar di sekolah pun hasilnya tidak akan ada.
Orang tua juga harusnya mendampingi anak saat belajar dimulai, biarkan anak membaca dan berfikir. Jangan terlalu sering mencari jawaban instan harusnya, karena bagaimana pun anak-anak harus belajar gemar membaca bukan gemar bermain gadget. Orang tua juga harus mulai membuka mata perihal dampak pada anak yang kecanduan gadget, sedih sekali rasanya melihat dunia pendidikan yang mulai goyah.
Bukan juga salah gadgetnya, kalau kita perhatikan ini masalah orang tua yang terlalu menyepelekan dampak bahaya dari gadget terhadap anak. Jika diamati di lingkungan sekitar, atau mungkin anda mengalaminya sendiri. Hampir setiap hari sang Ibu akan berteriak kencang kepada anaknya yang tiap waktu tangannya memegang erat benda canggih itu, lupa makan, lupa belajar, pun lupa dalam melaksanakan ibadah juga tentunya.
Benda canggih atau yang akrab kita sapa gadget itu bisa menjadi sumber penyakit sekaligus penambah ilmu pengetahuan yang luas tentunya, itu semua tergantung kitanya dalam memanfaatkan benda canggih tersebut. Untuk anak-anak usia dini saya rasa tidak perlu terlalu sering kita kenalkan gadget, atau bahkan tidak usah saja. Di jaman sekarang memang kita harusnya jangan buta teknologi, hanya saja saya rasa anak-anak tidak pantas jika terlalu apik dalam mengenalnya.
Belajar dengan media gadget boleh saja asal orang tua tidak memberikan benda tersebut secara cuma-cuma, banyak kasus di jaman sekarang anak-anak sering melawan orang tua atau bahkan menirukan hal-hal buruk dari adanya gadget yang mereka cari melalui aplikasi berupa vidio. Kata-kata kasar pun kerap mereka tiru atau yang lebih parahnya banyak anak-anak yang terkena tempramental sebab kecanduan gadget.
Mulailah sadar untuk semua orang tua yang memanjakan anaknya, ini demi masa depan anak anda. Sayangi anak tidak harus dengan memberinya fasilitas mewah, karena memang belum seharusnya. Ajarkan saja dulu dari hal-hal kecil, agar kedepannya tidak berdampak buruk. Gadget bukanlah teman terbaik anak-anak, jangan mencuci otak anak anda dengan hal buruk melalui benda canggih itu.
Ada saatnya bagi anak-anak jika sudah beranjak remaja orang tua berikan fasilitas mewah berupa gadget, karena diusia mereka sudah mulai mengerti mana yang baik dan buruk. Tetapi, tetap orang tua harus mengawasi anaknya dalam penggunaan benda canggih. Gadget tetaplah gadget, benda canggih yang mampu mengakses apapun dari luar maupun dalam negeri.
Ingat juga, dampingi selalu kegiatan belajar anak-anak di rumah. Jangan terlalu dibebaskan jika tidak ingin berdampak buruk kedepannya apalagi sekarang yang memang masih dalam kegiatan belajar online di sekolah.








Tinggalkan Balasan