Branding Produk, Elemen Penting Kuasai Pasar
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Tak bisa sembarang membranding produk. Branding menjadi elemen penting dalam menciptakan atau menjual suatu produk. Branding sendiri haruslah konsisten, sehingga selalu diingat.
Hal itu diungkapkan, Samuel Aswin, pengusaha start up mainan kayu saat memberikan pelatihan ketiga kepada puluhan pelaku UMKM yang tergabung dalam Academia Craft Cirebon (ACC) di aula Desperindag Kabupaten Cirebon, Kamis (26/8).
Menurutnya, peran branding sangat penting dalam menguasai pasar.”Branding akan membuat pembeli mudah menemukan produk,” katanya.
Samuel mencontohkan salah satu merk mie instan ataupun air mineral kemasan yang telah dikenal masyarakat luas.
Seperti apapun kemasannya, apapun merknya, karena brandingnya kuat dan memiliki ciri khas, masyarakat selalu terngiang-ngiang.
“Kalau misalkan kita buat sesuatu untuk mahasiswa. Dengan baru dilihat logonya, harusnya dia langsung tahu. Baru liat iklannya, Oh ini mahasiswa banget nih. Secara luas branding fungsinya, seperti itu” kata alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.
Sekalipun, sambungnya, hanya sekilas branding berfungsi menghubungkan pembeli dan penjual.Branding pun dapat memantik hubungan yang lebih lanjut atau adanya kontinuitas.
Pada branding produk, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya konsisten.
“Konsisten disini dimaksudkan adalah jelas sasarannya dan fokus pada sasaran tersebut. Jadi sekalipun marketnya kecil. Misal kita nembak pasar yang kecil. Asal konsisten pasar itu ada. 1 persen dari 65 juta penduduk Indonesia itu gede juga,” katanya.
Konsisten itu akan menjadi nilai lebih, dan dapat menjadi kelebihan suatu produk. Kelebihan yang memang dapat di eksploitasi secara terus menerus.
“Kelebihan yang bisa di eksploitasi terus-terusan. Seperti kami bisa ini loh, kami bisa itu loh. Jadi, menghindari kompetisi langsung, dan tidak saling jatuh-jatuhan harga. Yang kemudian, tiap produk punya kekurangan dan kelebihan,” jelasnya, Kamis (26/8).
Tak hanya itu, konsisten juga terhadap apa yang dijanjikan atau disampaikan di iklan dan brandingnya. Jangan sampai branding dan iklan tidak sesuai realita produknya.
Samuel menambahkan, komunikasi antara pelaku usaha dan pelanggan penting diperhatikan dalam branding.
Hal ini menguntungkan bagi para pelaku usaha dengan pasar yang kecil. Sebab, dengan menjaga komunikasi dengan pelanggan yang tak begitu banyak, maka dapat menjalin kedekatan dan dapat menjadi pelanggan setia.
“Ada keuntungan kalau pasar kecil dengan jumlah orang-orang sedikit, mudah di follow up punya pembeli setia, sehingga terngiang-ngiang,” ujarnya.
Berbeda dengan perusahaan besar yang punya branding besar. Perusahaan besar tak dapat menjangkau secara langsung konsumen karena jangkauannya pun besar dan luas. (Sarrah)








Tinggalkan Balasan