MAJALENGKA, (FC),- Warga Desa Kadipaten, Kabupaten Majalengka, digegerkan dengan penemuan seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang sudah tidak bernyawa di aliran Sungai Cilutung pada Selasa (2/9/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diketahui bernama AR (12), pelajar kelas 6 SDN 5 Kadipaten.

Kapolsek Kadipaten, AKP Budi Wardana membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang melihat tubuh anak mengapung di sungai.

“Saksi kemudian melaporkan kepada aparat desa dan selanjutnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak desa dan keluarga korban. “Kami sudah memasang garis polisi di lokasi serta melakukan dokumentasi oleh Unit Inafis,” kata Kapolsek Kadipaten.

Budi menyampaikan kronologi kejadian yang berawal dari saksi bernama Maman Suherman (67) bersama dua warga lainnya melihat tubuh korban mengapung dengan posisi kepala di atas air. Korban masih mengenakan pakaian lengkap berupa baju lengan panjang abu-abu kombinasi biru dan celana krem.

Setelah itu, aparat desa dan keluarga mengenali korban sebagai cucu dari Iwan Setiawan, Ketua RT Blok Gordah, Desa Kadipaten.

Petugas Polsek Kadipaten bersama Satreskrim Polres Majalengka, Unit Inafis, serta tim medis UPTD Puskesmas Kadipaten segera datang ke lokasi. Jenazah dievakuasi ke daratan dengan bantuan warga sebelum dilakukan pemeriksaan medis.

Kapolsek Budi menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anak anaknya saat bermain di tempat tempat rawan bahaya seperti Sungai Silutung, apalagi kalau yang bersangkutan belum mahir dalam berenang. Pihaknya berharap kejadian ini jangan sampai kembali menimpa kepada keluarga yang kita cintai.

Terpisah, pihak keluarga yang diwakili kakek korban, Iwan Setiawan, menerima musibah ini sebagai takdir. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi lebih lanjut.

“Kami sekeluarga menerima musibah ini dengan hati yang ikhlas, semoga almarhum mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT,” ucapnya dengan nada sedih. (Munadi)