KUNINGAN, (FC).- Gubernur Jawa Barat, H.M. Ridwan Kamil hadiri kegiatan Sarasehan bersama Petugas Pintu Air (PPA) dan Petugas Operasi Bendung (POB) pada peringatan Hari Air Dunia ke-32 Tahun 2023 Tingkat Provinsi Jawa Barat (Pemrov Jabar) di Waduk Darma Kuningan, Rabu (15/3).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemprov Jabar melalui Dinas Sumber Daya Air (DSDA) ini mengambil tema “Jaga Air Jaga Sanitasi”.

Kepada sejumlah wartawan, Kang Emil sapaan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat merupakan provinsi yang aliran sungainya paling banyak di Indonesia.

“Jawa Barat ini menjadi provinsi yang aliran sungainya paling banyak se-Indonesia. Ini berkah, tinggal menjadi manfaat atau tidak menjadi manfaat sehingga harus dijaga dengan baik,” kata Kang Emil.Kang Emil juga menyampaikan apresiasi terhadap para petugas pintu air ataupun operasi bendung di seluruh Jawa Barat.

“Saya juga sangat berterimakasih ke petugas pintu air dan POB yang telah bekerja, wahai PPA POB semoga Allah SWT memberkahi hidupnya. Berkat anda semua pertanian di Jabar swasembada nasional,” ujar Kang Emil.

Dampak positif dari kerja PPA dan POB, lanjut Kang Emil, yakni bisa berperan dalam produktivitas pertanian, termasuk dalam peningkatan produktivitas padi yang bisa surplus 1,3 juta ton per hari.

Kang Emil juga meminta agar terus berkolaborasi menambahkan fungsi alam dan fungsi sosialnya, hal tersebut mengingat wisatawan yang datang ke Jawa Barat jumlahnya hampiri 500 juta orang per tahun yang mengakibatkan perputaran uang hingga triliunan.Selain itu, masih kata Kang Emil, saat ini Provinsi Jawa Barat sudah mendapat 500 penghargaan, hal tersebut berdasarkan pembangunan yang terus maju.

Kemudian, disebutkan Kang Emil, revitalisasi Waduk Darma menjadi bagian dari konsep pembangunan di Jawa Barat yang makin hari makin maju. Untuk revitalisasi Waduk Darma sendiri Pemprov Jabar telah meluncurkan anggaran total Rp 30 miliar yang dibagi dalam dua kali anggaran.

“Diharapkan Waduk Darma ini nanti jadi destinasi wisata unggulan bahkan level internasional. Tidak hanya Kuningan tapi juga Jawa Barat bangga,” ujar Kang Emil kepada wartawan.

Kang Emil mengaku dulu saat datang tahun 2019 di lokasi yang sama, dan tahun 2023 ini tempat yang dulunya kurang maksimal sekarang saya lihat sudah sangat luar biasa.Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga mengatakan tahun ini merupakan tahun terakhir masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat, untuk itu dia memproyeksikan tahun ini menjadi tahun infrastruktur termasuk pengaspalan ruas jalan di Jabar.

“Pembangunan di Jawa Barat akan dimaksimalkan setelah 2 tahun anggaran terkendala untuk fokus penanganan Pandemi Covid-19. Untuk itu, tahun ini kita telah menganggarkan sebanyak Rp1 triliun untuk infrastruktur,” ungkap Emil.

Ditempat yang sama, Bupati Kuningan H. Acep Purnama selaku tuan rumah memberikan sambutan selamat datang kepada tamu undangan pada peringatan Hari Air Se Dunia di Obyek Wisata Waduk Darma yang telah direvitalisasi beberapa waktu ini.

“Sebuah kehormatan bagi Kabupaten Kuningan, ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Hari Air Sedunia, dimana ini merupakan kali ke 2 Waduk Darma di tunjuk dalam seremonial ini,” ujar Acep.Acep berharap dengan memperingati Hari Air Sedunia ini dapat mengingatkan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat dan khalayak umum lainnya akan pentingnya menjaga, mengelola dan memanfaatkan air disekitar sehingga memiliki kualitas yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, Dicky Ahmad Sidik mengatakan, berkaitan dengan peringatan Hari Air Dunia ke-31 ini mengambil tema Jaga Air Jaga Sanitasi.

Ia menegaskan, berkaitan dengan ketersediaan air minum untuk masyarakat pihaknya terus berkomitmen agar aspek itu bisa terlayani.

Dicky menyebutkan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maka tahun ini dilakukan percepatan bagiamana layanan air minum sanitasi masyarakat di Jawa Barat terus dioptimalkan. Dari sekian prestasi yang diraih ada peran PPA dan POB.

“Dari 6 wilayah sungai bisa hadir perwakilan, jumlahnya sekitar 4000-an. Petugas ini tidak mengenal shif, sehingga kerja 24 jam. Selain menjaga pintu air tapi juga berkaitan dengan infrastruktur bagaimana menjaga ketersediaan air sawah di Jabar sehingga capaian produktivitas tanam padi kita terjaga,” ungkapnya. (Ali)