INDRAMAYU,(FC). -Keysa Agustina (14) gadis cantik asal Desa Widasari Blok Karang Baru Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu terkena tumor pembuluh darah, meski menderita tumor namun semangat Keysa untuk sembuh dan membanggakan kedua orang tuanya tidak pernah padam.

Keysa masih tetap bersekolah untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang dokter, kendati menahan sakit akibat tumor yang dideritanya.

Menurut Sukardi orang tua Keysa, kondisi anaknya sejak kecil menderita tumor pembuluh darah dan kini kembali mengalami pembengkakan parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Keluhan pertama muncul saat Keysa duduk di bangku kelas 3 SD, ketika lututnya mengalami pembengkakan hebat hingga ia tidak bisa berjalan selama satu bulan,” ucap Sukardi,

Dia mengatakan,Setelah dibawa ke RS Pangestu, dokter merujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, dan dari pemeriksaan diketahui bahwa ia menderita tumor pada pembuluh darah.

” Setelah dua hari menjalani pengobatan, kondisi anak sempat membaik.

Namun karena terkendala biaya, rencana operasi tertunda selama bertahun-tahun. Memasuki tahun 2025, penyakit tersebut kembali kambuh,” terangnya.

Sebulan terakhir, sang anak terus menangis kesakitan, bahkan mengalami keluarnya darah berwarna hitam dari area yang bengkak, terutama setelah beraktivitas atau berjalan jauh.

“Keluarga sempat membawa anak berobat menggunakan BPJS ke RS Mitra. Dokter kemudian memberikan harapan bahwa sang anak harus segera dioperasi. Namun, Mitra tidak mampu menangani kasus tersebut dan merujuk ke RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, Solo,” ucapnya.

Mendengar kabar rujukan tersebut, orang tua mengaku kembali kebingungan karena keterbatasan biaya transportasi dan kebutuhan selama perawatan.

Sang ayah, Sukardi (47), bekerja serabutan sebagai juru parkir dan pencari nasi kering (Nasi Aking ), sehingga penghasilan harian hanya cukup untuk kebutuhan makan.

Keluarga kini sangat berharap uluran tangan masyarakat. Mereka telah menerima sedikit bantuan dari warga sekitar, ibu-ibu relawan sosial, serta para donatur

. Namun kebutuhan biaya untuk keberangkatan ke Solo dan proses operasi masih jauh dari mencukupi.

“Selain bengkak di lutut, gejala tumor juga menyebar ke dada dan paha, berbentuk bintik merah kehitaman seperti tanda lahir berukuran sebesar biji kapuk,” ucap sang ayah.

Keluarga berharap anak mereka dapat segera mendapat penanganan medis yang tepat sebelum kondisinya semakin memburuk

Sementara itu, Kesya, meski kerap merasakan denyutan hebat dan nyeri hingga membuatnya menangis, ia tetap menunjukkan semangat yang kuat untuk terus bersekolah dan meraih cita-cita.

Rasa sakit yang muncul sering kali seperti denyut-denyut dan menusuk, membuatnya sulit menahan tangis.

“Kalau sakit mau nangis,” ujarnya lirih.

Meski demikian, hingga saat ini rasa sakit tersebut masih terus ia rasakan.Di balik kondisi tersebut, pelajar ini tetap memiliki harapan besar untuk masa depannya.

Ketika ditanya tentang cita-cita, ia dengan mantap menjawab ingin menjadi seorang dokter. “Biar bisa nyembuhin orang juga,” ungkapnya.

Keysa, saat ini ia duduk di bangku kelas IX dan tengah bersiap menghadapi ujian sekolah. (Agus Sugianto)