“Kita melihat kekuatan (wilayah Ciayumajakuning) sangat banyak, lokasinya, fasilitasnya, tenaga kerja, kita punya semua. Tapi kita tertinggal. Nah kita dari bea cukai ingin mendorong percepatan supaya wilayah ini bisa maju dalam investasi yang tentu kita harapkan akan meningkatkan nilai ekspor,” ungkapnya

Agenda acara sharring session ini bertujuan membangun penguatan sinergitas antara lembaga pemerintah pusat, dalam hal ini kantor bea cukai serta lembaga pengelola pajak KPP Pratama dengan instansi terkait pemerintah daerah di wilayah Ciayumajakuning dan para stakeholder dunia usaha.

“Sinergitas ini tentu penting karena kita ingin mempermudah semua proses pelayanan yang ada di wilayah ini,” tambah Saefullah.

Usai pertemuan ini, pihaknya akan menindaklanjuti dengan membentuk tim guna mengetahui faktor-faktor yang perlu pembenahan dalam uoaya meningkatkan ekspor dan investasi di Ciayumajakuning.

“Setelah ini kita akan ada pertemuan-pertemuan kecil. Kita akan bentuk tim dimana nanti akan kita lihat simpul-simpul mana saja yang masih perlu dilakukan pembenahan,” tukas Saefullah.

Bagus Nugroho Tamtomo Putra dari Direktorat Fasilitas KITE Dirjen Bea dan Cukai menyebutkan, dampak ekonomi fasilitas KB dan KITE tahun 2019 telah menghasilkan total investasi sebesar Rp61 triliun dan total ekspor sebesar Rp345,58 triliun di Jawa Barat.

Dari total ekspor dan investasi di Jawa Barat itu, wilayah Ciayumajakuning hanya memberikan kontribusi total ekspor sebesar Rp5,5 triliun dengan total investasi sebesar Rp1,24 triliun. Demikian disebutkan Bagus saat menjadi narasumber acara tersebut. (Andriyana)