KUNINGAN, (FC).- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan mengajak 182 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membudayakan infak di lingkungan kerja.

Gerakan ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus membantu relawan SPPG dan masyarakat yang membutuhkan.

Ajakan tersebut diawali dengan penyerahan infak dari relawan SPPG Sindangsari Sindangagung 3 dan SPPG Dukuh Tengah, Kecamatan Maleber, kepada Baznas Kabupaten Kuningan, Senin (12/10).

Penyerahan infak dihadiri Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, KH Yusron Kholid, beserta jajaran wakil ketua. Hadir pula perwakilan yayasan yang menaungi kedua SPPG, kepala SPPG, serta Sekretaris Satgas Pengawasan SPPG Kabupaten Kuningan, Ramdan.

Ketua SPPG Sindangsari 3, Alfan, mengatakan setiap relawan menyisihkan infak sebesar Rp10.000 per orang. Ia berharap kebiasaan tersebut dapat dilakukan secara konsisten sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Semoga kami bisa konsisten untuk memberikan infak ini ke Baznas Kuningan. Selama itu kegiatan untuk kebaikan, kami akan support,” ujar Alfan.

Perwakilan yayasan yang menaungi kedua SPPG, Saddam Husein, mengatakan gerakan SPPG Berinfak berangkat dari kesadaran untuk berbagi dan membantu sesama. Ia berharap gerakan tersebut dapat berkelanjutan dan diikuti SPPG lainnya agar manfaatnya semakin luas.

“Semoga gerakan SPPG Berinfak ini menjadi gerakan yang bisa terus dilakukan, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh banyak orang,” kata Saddam.

Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, KH Yusron Kholid, mengapresiasi inisiatif kedua SPPG tersebut. Menurutnya, langkah itu diharapkan menjadi contoh bagi SPPG lain untuk mulai membiasakan infak di lingkungan kerja masing-masing.

“Kami berharap ini menjadi trigger bagi SPPG lain agar mulai membudayakan berinfak di kalangan SPPG. Kami juga sangat mengapresiasi inisiatif dari dua SPPG ini yang telah berinfak ke Baznas,” ungkap Yusron.

Ia menjelaskan, dana infak yang dihimpun berpeluang dimanfaatkan untuk membantu relawan SPPG yang membutuhkan dukungan sosial. Relawan yang memiliki anggota keluarga dan memerlukan bantuan dapat mengajukan permohonan kepada Baznas untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Yusron menambahkan, pihaknya telah menerima informasi mengenai sejumlah SPPG lain yang berencana menyalurkan infak melalui Baznas Kuningan dalam waktu dekat.

Sementara itu, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Kuningan, Ramdan, menyambut positif gerakan tersebut. Ia menyebutkan, Kabupaten Kuningan memiliki 182 SPPG dengan jumlah relawan sekitar 7.400 orang.

Menurutnya, keterlibatan relawan dalam gerakan berinfak berpotensi memperluas manfaat sosial apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Kami menyambut baik gerakan ini. Semoga gerakan ini akan diikuti oleh SPPG lainnya,” pungkas Ramdan.

Melalui gerakan SPPG Berinfak, Baznas Kuningan berharap tumbuh kebiasaan berbagi di lingkungan pelayanan pemenuhan gizi. Selain memperkuat solidaritas antarrelawan, gerakan ini diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas dukungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. (Angga)