KOTA CIREBON, (FC). –  Tukang cukur di daerah Olahraga I Pancuran, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon memberlakukan tarif seikhlasnya pada bulan Agustus ini.

Dengan bayar seikhlasnya, para pemuda yang datang bisa mendapatkan potongan rambut yang diinginkan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh penanggung jawab No Name Barbershop Zarlia Syarbaini pada Senin (16/08).

Menurutnya, banyak masyarakat yang terdampak ekonominya karena aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Karenanya, pemberian potong rambut dengan tarif seikhlasnya merupakan solusi yang tepat.

“Biasanya yang datang untuk potong rambut ada 30 orang, kalau di weekend bisa sampai 40 orang,” ungkap Zarlia.

Potong rambut dengan bayaran seikhlasnya baru dilaksanakan beberapa hari.

Selain membantu masyarakat, pemberlakuan pembayaran ini juga membantu para pemangkas di No Name Barbershop untuk tetap beraktivitas.

Diketahui pangkas rambut ini mengalami perjuangan yang sulit ketika pandemi.

Dari 18 orang kapster (pemangkas rambut) yang ada terpaksa dirumahkan dan bekerja secara bergantian per-minggu.

“Kita ingin tetap menyediakan lapangan pekerjaan bagi para kapster dengan promo seikhlasnya bisa sangat membantu kapster kami. Hasil yang terkumpul juga akan disumbangkan ke orang jalanan,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ini, masyarakat yang datang membayar secara bervariasi. Ada yang bayar Rp.20.000, Rp.15.000, atau bahkan hanya Rp.2000.

“Harapan kami sih pandemi berangsur membaik, apalagi momennya pas di bulan kemerdekaan,” tutupnya. (Melly/Job/FC)