Bawa Sampah Terpilah, Bisa Ditukar Voucher Belanja Kebutuhan Pokok
KOTA CIREBON, (FC).- Bawa sampah terpilah, pulang membawa sembako murah. Konsep unik inilah yang dihadirkan DPC PKB Kota Cirebon melalui program Gerakan Minggu Berkah di Hortipark Agrigardina, RW 15 Permata Harjamukti Selatan, Kelurahan Kalijaga, Minggu (4/10) kemarin.
Tak sekadar menghadirkan pasar murah, kegiatan tersebut memadukan kepedulian sosial dengan gerakan menjaga lingkungan. Warga yang membawa sampah hasil pemilahan dapat menukarkannya dengan voucher potongan harga untuk berbelanja kebutuhan pokok.
Sejumlah komoditas kebutuhan sehari-hari disiapkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras premium, telur, minyak goreng hingga tepung terigu. Harga yang ditawarkan terjangkau, bahkan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ditambah voucher senilai Rp5.000, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang semakin ringan.
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati mengatakan konsep tersebut sengaja dibuat agar kegiatan sosial memiliki manfaat yang lebih luas.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendapatkan akses kebutuhan pokok dengan harga murah, tetapi juga diajak menjadikan sampah sebagai sesuatu yang memiliki nilai.
“Jadi kami ingin kegiatan ini punya dua manfaat sekaligus. Masyarakat terbantu mendapatkan sembako dengan harga terjangkau, sementara sampah yang dibawa bisa dipilah dan dikumpulkan sehingga lingkungan juga ikut terjaga,” ujar Farida.
Ia menambahkan, Gerakan Minggu Berkah tidak dirancang sebagai kegiatan sesaat. PKB Kota Cirebon berupaya menjadikannya sebagai program yang dapat terus berjalan dengan menghadirkan berbagai bentuk pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Konsepnya pun dibuat sederhana dan terbuka. Masyarakat umum dapat datang dan mengikuti kegiatan tersebut. Selama voucher dan persediaan sembako masih tersedia, warga berkesempatan mendapatkan potongan harga.
“Ini terbuka untuk masyarakat. Tidak ada batasan khusus. Selama persediaannya masih ada, masyarakat yang datang bisa mendapatkan voucher dan memanfaatkannya untuk berbelanja,” kata Farida.
Bukan hanya pasar murah, Gerakan Minggu Berkah juga diisi dengan bazar UMKM. Para pelaku usaha lokal diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat yang hadir.
Kegiatan semakin semarak dengan agenda senam sehat dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan rangkaian tersebut, PKB mencoba mengemas kegiatan pelayanan masyarakat dalam satu ruang yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, pemberdayaan UMKM dan lingkungan.
Farida mengatakan, semangat yang dibawa melalui Gerakan Minggu Berkah adalah menghadirkan kebermanfaatan secara langsung. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu cara PKB untuk terus dekat dengan masyarakat.
“Setiap hari sebenarnya bisa menjadi momentum untuk berbagi. Kami memilih hari Minggu agar masyarakat bisa berkumpul, berolahraga, mendapatkan pelayanan, sekaligus membawa pulang manfaat dari kegiatan ini,” tuturnya.
Selain program tersebut, DPC PKB Kota Cirebon juga terus menjalankan program PKB Tanggap Darurat. Salah satu bentuk pelayanan yang disiapkan adalah fasilitas mobil ambulans yang dapat digunakan masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Farida, keberadaan ambulans tersebut merupakan bagian dari komitmen PKB untuk memberikan pelayanan yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Kami ingin terus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Salah satunya melalui fasilitas ambulans ini. Semangatnya tetap sama, PKB Peduli Umat, Melayani Rakyat,” pungkas Farida. (Agus)








Tinggalkan Balasan