KOTA CIREBON, (FC).- Sebanyak 2.174 rumah tangga sasaran (RTS) di Kota Cirebon akan menerima bantuan sosial (bansos) pangan, berupa beras seberat 15 kg. Bansos untuk RTS ini merupakan tahap kedua yang diluncurkan Pemkot Cirebon.

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati menyampaikan, bansos ini berasal dari recofusing anggaran. Yang dimasukkan kedalam Belanja Tidak Terduga (BTT), untuk penanganan masyarakat yang terdampak Covid-19. Bansos yang disalurkan saat ini, adalah tahap kedua, setelah tahap pertama pada Bulan April, Mei dan Juni berhasil disalurkan.

“Bansos ini kami harapkan bisa meringankan dan membantu dan bermanfaat untuk masyarakat,” ucap Eti seusai melepas armada pengiriman bansos di Gudang Perum Bulog Larangan, Selasa pagi (21/7).

Pihaknya menyadari, pandemi Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada kesehatan saja. Tapi lebih luas lagi seluruh kehidupan masyarakat juga terdampak, terutama perekonomian masyarakat. Untuk itu, pemkot berupaya terus untuk pemulihan ekonomi di Kota Cirebon. Sekaligus memberikan bantuan kepada warganya yang terdampak.

“Bansos tahap kedua ini diluncurkan pada Bulan Juli hingga September. Sekali lagi, mudah-mudahan bantuan beras ini bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kota Cirebon Yati Rohayati menambahkan, tahap pertama pihaknya sudah menyalurkan bansos beras ini kepada 2.200 RTS. Ada 26 nama RTS yang tidak ditemukan alamatnya atau meninggal dunia. Maka ini akan dimasukkan kembali ke stok Gudang Bulog.

“Iya bansos tahap kedua ini sebanyak 2.174 RTS yang seharusnya 2.200 RTS. Tapi karena adanya 26 RTS yang tidak ditemukan alamatnya, maka jumlah segitu,” jelasnya.

Yati membeberkan, dalam penyaluran bansos pihaknya berpegang pada PP No. 17 Tahun 2020 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Perpres No. 20 Tahun 2017 tentang Penunjukkan Perum Bulog dalam pengadaan ketahanan pangan nasional.

Kemudian Perwali No. 19 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan, serta Kepwal No. 501/Kep/193 DPPKP Kota Cirebon, tentang Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Dimasa Pandemi Covid-19.

“Untuk kualitas beras dari Bulog sudah kami periksa, dan beras kualitas medium ini cukup baik artinya layak dikonsumsi,” katanya.

Kepala Perum Bulog Cirebon Ramadin Rumading menjamin beras kualitas medium yang ada di gudangnya dalam kondisi baik. Apalagi untuk penyaluran bansos, beras sudah di packing tiap 15 kg.

“Bila ada komplain karena kualitasnya kurang baik, akan kami ganti segera,” tandasnya. (Agus)