KAB.CIREBON, (FC).- Banjir yang kerap menggenangi permukiman warga di Blok Kroya, Desa Gebangilir, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, hingga kini belum memiliki solusi penanganan yang efektif. Warga pun terus diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun, lantaran banjir terjadi hampir tanpa jeda.

Kuwu Gebangilir, Subandi, mengatakan banjir tersebut dipicu meluapnya anak Sungai Ciberes setiap hujan deras. Kondisi itu diperparah oleh terbatasnya aliran air di bawah jembatan Jalan Pantura yang menyempit, serta tumpukan sampah kiriman yang menghambat laju air.

“Air tidak bisa mengalir lancar karena jembatan di Jalan Pantura menyempit, hanya menyisakan sedikit ruang untuk lintasan air. Ditambah lagi sampah yang menumpuk,” ujar Subandi kepada FC, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan, sekitar lima tahun lalu sempat dilakukan upaya penanganan dengan membangun sodetan untuk mengalihkan aliran air.

Namun, langkah tersebut belum mampu mengatasi banjir karena posisi sodetan lebih tinggi dibandingkan badan anak Sungai Ciberes.

“Setiap hujan kami harus turun langsung membersihkan sampah agar tidak menyumbat aliran. Itu pun hanya mempercepat surutnya air, bukan menyelesaikan masalah. Biasanya banjir bisa berhari-hari, kalau dibersihkan paling tidak sehari sudah mulai surut,” jelasnya.

Menurut Subandi, limpasan air dari Sungai Ciberes yang terus bertambah saat hujan membuat debit air semakin besar hingga masuk ke rumah-rumah warga. Kondisi ini telah lama dikeluhkan masyarakat kepada Pemerintah Desa Gebangilir.

“Sebagai pemerintah terdekat dengan masyarakat, kami sering menerima keluhan. Namun, kami juga masih kebingungan menentukan solusi yang tepat. Untuk sementara, yang bisa kami lakukan hanya membersihkan sampah agar saluran tidak tersumbat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, secara kondisi fisik, kedalaman anak Sungai Ciberes di sisi selatan Jalan Pantura mencapai 1 hingga 1,5 meter.

Sementara di sisi utara Jalan Pantura, tepatnya di wilayah Blok Karang Anyar Desa Gebangmekar, kedalaman air hanya sekitar 20–30 sentimeter.

“Kami belum mengetahui kondisi di tengah terowongan jembatan. Normalisasi anak Sungai Ciberes kemungkinan bisa meminimalisir luapan air, tetapi kami berharap ada solusi lain yang lebih tepat sasaran dan menyeluruh untuk mengatasi banjir di Blok Kroya,” pungkasnya. (Nawawi)