KAB. CIREBON, (FC).- Kuwu Desa Ciledug Kulon, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, Wawan Hermawan telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Ia merasa menyesal lantaran kurang kewaspadaan dan lengah dalam mengantisipasi penularan Covid-19, sehingga membuat dirinya harus terkapar di ruang ICU RS Mitra Plumbon karena terpapar Covid-19.

Setelah sembuh kini dirinya menyarankan kepada semua, untuk waspada dan jangan lengah, karena Covid-19 ada dan jangan sampai tertular dengan mentaati protokol kesehatan (prokes).

Kuwu Wawan mengungkapkan, ia bisa dinyatakan tertular atau terkonfirmasi Covid-10, pertama ia kala itu menghadiri acara gelar budaya Cirebon Timur di Hotel Dedy Jaya Ciledug. Kemudian siangnya ke Kota Semarang.

Dan ketika pulang saat itu mengalami sesak nafas, pusing, mual dan seluruh badannya merasa sakit hingga dirinya dilarikan ke RS Mitra Plumbon pada Jumat (5/3) lalu.

Hasil pemeriksaan medis tes PCR negatif. Namun hasil rontgen paru-paru nya ada bintik putih, hingga kemudian dilakukan PCR kedua pada hari berikutnya, dan ternyata hasilnya positif Covid-19.

Sehingga Sabtu malam (6/3) sekitar pukul 21.00 WIB dirinya harus masuk ke ruang ICU khusus isolasi pasien Covid-19.

“Selama 12 hari saya tidur dengan tubuh dipenuhi selang di ruang ICU untuk menjalani penyembuhan, total selama 16 hari sampai dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, dan harus istirahat untuk prmulihan di rumah selama 10 hari,” ungkapnya.

Lanjut menurut Wawan, banyak pelajaran yang bisa dipetik atas kejadian yang pernah dialaminya tersebut.

Dirinya terpapar Covid-19 diakui lantaran kurang waspada dan lengah terkait saran pemerintah untuk penerapan prokes dengan melaksanakan 5M.

Diakuinya, sebagai Kuwu sangat rentan lantaran mobilitas yang tinggi dan seringnya menerima tamu serta menghadiri kegiatan, maka kewaspadaan itu harus tetap dilakukan.

“Ketika saya membutuhkan plasma darah, alhamdulillah seluruh masyarakat, keluarga serta teman-teman saling bahu membahu mencarikan, dan alhamdulillah di dapat dari Pemalang,” tuturnya.

Hingga dirinya kian telah dinyatakan sembuh, Wawan tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak dari mulai Pemerintah pusat, Provinsi, Kabupaten melalui Dinas Kesehatannya, hingga rumah sakit yang serius dalam menangani Covid-19 serta upaya-upaya pencegahan penularan yang dilakukannya.

Bahkan, karena Covid-19 yang telah menyerang dirinya telah menurunkan berat badannya hingga 15 kg, namun dirinya bersyukur telah melewati masa tersebut dan kini menjalani pemulihan di rumah.

“Kami menyarankan kepada seluruh kuwu sebagai pemerintah terkecil di masyarakat, melalui tim satgas Covid-nya agar jangan bosan-bosan untuk terus mengingatkan masyarakatnya akan pentingnya menjalankan dan mentaati prokes, kita berharap semoga Covid-19 segera sirna,” harapnya kepada FC

Sementara istri Kuwu Wawan, Jamilah ikut menambahkan, bahwa suaminya sejak datang ke RS Mitra Plumbon sudah diberitahu oleh dokter yang menanganinya.

Jika hasil rontgen suaminya kalau paru-parunya telah menunjukan ada gejala diserang virus dan dinyatakan positif Covid-19.

Lanjutnya, ketika suaminya telah dinyatakan positif Covid-19 dan harus diisolasi, dirinya segera melakukan tes swab mandiri dan ternyata positif juga.

Namun karena OTG, kata dia sehingga harus melakukan isolasi mandiri di rumah.

Menurutnya, kesembuhan suami dan dirinya dari Covid-19 tak lepas dari dukungan doa seluruh masyarakatnya selama menjalani isolasi dan pengobatan selalu dipanjatkan doa dari semua masyarakat yang ada di Desa Ciledug Kulon.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada imam masjid dan musala, serta jamaah dan seluruh masyarakat Desa Ciledug Kulon yang terus mendoakan dan memberikan semangat, semoga bapak (Kuwu Wawan) segera bbisa beraktivitas normal kembali,” harapnya. (Nawawi)