Atasi Jeratan Tengkulak, Ono Ajak Nelayan Manfaatkan Pembiayaan KKP dengan Bunga di Bawah KUR
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Anggota Komisi IV DPR-RI, Ono Surono mengajak para nelayan memanfaatkan program pembiayaan usaha kelautan dan perikanan yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pembiayaan yang dikelola oleh Badan Layanan Umum (BLU) di KPP ini menawarkan bunga 3 persen, jauh lebih murah dibanding bunga KUR sebesar 6 persen.
Ono mengatakan, pemohon dapat mengajukan pinjaman tanpa agunan dengan plafon sebesar Rp50 juta.
Syarat pengajuan pembiayaan, nelayan harus membentuk kelompok yang berbadan hukum atau koperasi.
Konsep pembiayaan untuk melayanan ini mengusung konsep ekonomi gotong royong, sehingga pengajuan pembiayaan harus melalui koperasi dengan harapan mempunyai rasa tanggungjawab bersama.
“Beberapa sentra nelayan tidak hidup ekonomi gotong royongnya karena mereka sudah individualistik,” ungkap Ono
Ono mengatakan, hasil kunjungan kerjanya di beberapa tempat di kabupaten Cirebon, banyak Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) yang tak beroperasi optimal.
Hal ini dikarenakan para nelayan tidak mau menjual hasil tangkapan ke tengkulak untuk menutupi pinjaman hutang untuk bekal selama melaut atau perbaikan perahu mereka.
“Nelayan tidak mau menjual ke TPI karena sudah hutang di tengkulak, terjerat pada tengkulak karena butuh modal, mesin rusak, jaringnya rusak,” ungkap Anggota DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.
Kondisi tersebut menjadi persoalan mendasar yang masih menjadi problem yang belum terselesaikan di kabupaten Cirebon.
Melalui pembiayaan usaha kelautan dan perikanan ini, diharapkan dapat menjadi solusi membantu para nelayan mengatasi jeratan nelayan.
Ono juga mendorong kepala dinas ketahanan pangan kabupaten Cirebon untuk mulai menggagas program pembiayaan ini untuk diterapkan di Kabupaten Cirebon.
“Kalau KUR bunganya 6 persen, ini cuma 3 persen. Harus ada tokoh-tokoh nelayan, bakul ikan, pembudidaya ikan yang mau jadi pengurus koperasi. Kalau ada koperasi, ada yang tanggungjawab, ada yang menjamin, didukung pula oleh pemerintah daerah yang secara otomatis menjamin,” tandas Ono
Kunjungan kerja bersama Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Agus Suherman itu dikemas dalam kegiatan workshop dengan puluhan nelayan dalam rangka pendampingan perlindungan dan pemberdayaan bakti nelayan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Pelabuhan Perikanan Kejawanan, Wakil Bupati Cirebon Wahyu Tjiptaningsih, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Cirebon, Erus Rusmanan. (Andriyana)








Tinggalkan Balasan