MAJALENGKA, (FC). – Seiring meningkatnya pasen Covid-19 di wilayah Kabupaten Majalengka, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Ligung bersama para kades menggelar rapat terbatas.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, dari mulai penerapan prokes sampai kepada pengawasan terhadap para pasen Covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri.

Turut hadir Kepala Dinas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PKPP), Hj Toppedah yang juga selaku LO Pemkab Majalengka dalam hal penanganan Covid-19.

Dihadapan para kades, Roppedah menegaskan perpanjangan PPKM tinggal tersisa lima hari kedepan, atau sampai 8 Februari.

Jangan sampai, kata dia, sisa waktu yang ada ini tidak betul-betul diterapkan untuk penanganan covid – 19.

“Di Kecamatan Ligung sampai hari ini ada 10 pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, karena pasien tersebut rata rata Orang Tanpa Gejala (OTG). Dari itu mereka perlu diawasi agar tidak berkeliaran. Disamping itu kebutuhan kesehariannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” ucap Roppedah.

Baca juga: Tangkal Penyebaran Covid 19, Pemcam Ligung Sediakan Hand Sanitizer

Disampaikan pula bahwa saat ini Pemkab Majalengka mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 ribu per orang, berikut keluarganya yang tinggal dalam satu rumah selama 14 hari atau selama isolasi mandiri.

Namun demikian, dana tersebut harus diajukan terlebih dahulu. Untuk itu, Pemdes dan lingkungan sama-sama peduli kepada mereka yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Pasien Covid-19 dan keluarganya tidak harus dijauhi, tetapi kita harus suport mereka, bila perlu tumbuhkan kepedulian kita dengan menyuplai kebutuhan sehari hari untuk kebutuhan mereka,” ucap Roppedah yang juga mantan Camat Ligung.

Sementara itu, Camat Ligung Dedi Supriadi menegaskan, pihaknya sudah mengambil langkah antisipasi terburuk manakala kejadian yang tidak diinginkan benar benar terjadi, seperti tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah Kecamatan Ligung terus meningkat.

Antisipasi dilakukan dengan cara menyediakan tempat atau ruang isolasi khusus di setiap desa seperti poskesdes, aula desa. Bahkan gedung aula kecamatanpun siap dijadikan tempat isolasi manakala dibutuhkan.

“Untuk di Kecamatan Ligung semua sudah siap untuk antisipasi yang terburuk, tapi mudah mudahan jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Ligung Hj.Eti Yuliawati telah memerintahkan tenaga kesehatan dan bidan desa agar terus mematau keadaan pasen yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Bahkan pihaknya selalu berkomunikasi baik dengan jeluarga pasen ataupun dengan kades setempat. (Munadi)