Antisipasi Tawuran, Petugas Razia Puluhan Pelajar Yang Bolos Sekolah
MAJALENGKA, (FC).– Puluhan pelajar kedapatan berada di tempat rental PlayStation saat jam belajar sekolah. Mereka terjaring razia yang digelar petugas gabungan Muspika Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (16/9).
Razia tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap aksi tawuran antarpelajar dan aktivitas geng motor yang belakangan dinilai meresahkan masyarakat.
Petugas menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya pelajar saat jam sekolah. Salah satunya adalah rental PlayStation di wilayah Kecamatan Jatitujuh. Di lokasi tersebut, petugas menemukan puluhan pelajar tengah asyik bermain PlayStation.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui mereka seharusnya masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Para pelajar tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Kecamatan Jatitujuh untuk menjalani pemeriksaan serta pembinaan.
Camat Jatitujuh Agus Mulyanto mengatakan, razia dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya pelajar yang berkeliaran saat jam belajar.
“Razia ini dilakukan berdasarkan informasi dan aduan dari masyarakat. Banyak pelajar yang terlihat berkeliaran pada saat jam belajar di sekolah,” kata Agus Mulyanto.
Menurut Agus, laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas gabungan dengan melakukan penyisiran ke sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat berkumpulnya pelajar.
“Dari hasil penyisiran, kami mendapati sejumlah pelajar berada di tempat rental PlayStation saat jam belajar. Mereka kemudian diamankan untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.
Agus menegaskan, razia bukan semata-mata untuk menertibkan pelajar yang meninggalkan sekolah, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi tawuran antarpelajar dan geng motor.
“Ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi maraknya tawuran antarpelajar dan geng motor yang meresahkan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan pelajar di luar sekolah pada jam belajar menjadi perhatian karena dapat membuka peluang terjadinya berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Karena itu, petugas akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi tempat berkumpulnya pelajar.
Setelah menjalani pemeriksaan dan pembinaan, para pelajar yang diamankan tidak ditahan. Mereka dikembalikan kepada pihak sekolah dan orang tua masing-masing. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek pembinaan sekaligus mendorong pengawasan yang lebih kuat dari sekolah maupun keluarga agar para pelajar tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai jadwal.
Razia ini menjadi salah satu bentuk sinergi Muspika Kecamatan Jatitujuh bersama masyarakat dalam menjaga ketertiban sekaligus mencegah potensi kenakalan remaja, tawuran antarpelajar, dan keterlibatan pelajar dalam aktivitas geng motor. (F-10)








Tinggalkan Balasan