Antisipasi Bentrok Susulan, Puluhan Personel Disiagakan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Untuk mencegah bentrok susulan atau aksi balas dendam, pasca adanya bentrokan antara penggarap lahan tebu milik PG Jatitujuh, dengan sejumlah ormas dari Kabupaten Indramayu, yang mengakibatkan dua warga Kecamatan Jatitujuh tewas di lokasi, kini Polres Majalengka meningkatkan penjagaan.
Puluhan personel dari berbagai kesatuan itu diterjunkan menjaga perbatasan Majalengka-Indramayu, dimana lokasi lahan tebu tersebut rawan bentrokan.
Selain penjagaan diperbatasan antar kabupaten, petugas juga mengintensifkan patroli untuk menghindari adanya gerakan massa sebagai imbas provokasi dari pihak-pihak yang memanfaatkan situasi itu.
Kapolres Majalengka, AKBP Edwin Affandi mengatakan, ada sekitar 50 personel yang berpatroli di sekitar TKP bentrok yang menewaskan dua warga Kecamatan Jatitujuh itu.
“Seusai terjadinya bentrok di sekitar PG Jatitujuh, Polres Majalengka melakukan peningkatan pengamanan di wilayah tersebut. Kami telah menugaskan sekitar 50 personel untuk secara bergantian melaksanakan patroli dan pengamanan ke objek-objek di sekitar tempat penanaman tebu,” ujar Edwin kepada sejumlah wartawan, Rabu (6/10).
Dikatakannya, patroli tersebut, sebagai lanjutan dari himbauan yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat. Pihaknya sudah meminta secara langsung kepada masyarakat sekitar untuk tidak terpancing hasutan yang mungkin muncul disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kita maksudkan agar tidak terjadi lagi serangan ataupun ada provokasi-provokasi dari warga. Polres Majalengka juga telah mendatangi korban duka bersama Pak Bupati dan Dandim, untuk memberikan himbauan kepada warga agar tidak terprovokasi,” ucapnya.
Seperti diketahui, perselisihan lahan berujung maut terjadi di perbatasan Kabupaten Indramayu dan Majalengka, Senin (4/10).
Perselisihan itu mengakibatkan teeaanya dua warga asal Kabupaten Majalengka bernama Suhenda dan Yayan.
Dua korban sendiri merupakan kelompok dari kemitraan PG Jatitujuh yang mana berselisih lahan dengan kelompok Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (FKamis) Kabupaten Indramayu.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di petak 112 wilayah Kerticala, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu sekitar pukul 11.00 WIB kemarin. (Munadi)








Tinggalkan Balasan