KOTA CIREBON, (FC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Agus Mulyadi  menyatakan, Pemkot Cirebon telah menyiapkan skenario kemungkinan terburuk terkait penyebaran Covid-19 di libur natal dan tahun baru (Nataru).

“Kemungkinan terburuk kita siapkan, tapi mudah-mudahan tidak terjadi. Salah satunya dengan langsung menyiapkan tes PCR di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati (RSDGJ), begitu dari hasil rapid test antigen di lapangan ditemukan ada yang reaktif. Hasil reaktif tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan tes PCR dan langsung melakukan isolasi jika hasil tesnya positif,” terangnay kepada FC, Minggu (26/12).

Selain itu, sinergitas dan kolaborasi juga dilakukan. Di antaranya dengan jajaran kepolisian dan TNI Polri untuk mengendalikan mobilitas warga yang masuk ke Kota Cirebon.  “Strateginya sudah disiapkan oleh Polres Cirebon Kota. Diantaranya dengan melakukan strategi ganjil genap, kendaraan di luar aglomerasi Cirebon akan diputarbalikkan, membuat pos-pos di sejumlah titik perbatasan,” ungkapnya.

Pihaknya juga sudah membuka layanan, seperi layanan pemeriksaan rapid test antigen hingga layanan vaksinasi Covid-19. “Mudah-mudahan dengan upaya ini kita mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon,” imbuhnya.

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota (Ciko), AKBP M Fahri Siregar kembali menegaskan bahwa mereka tidak melakukan penyekatan pada masa Nataru kali ini.. Yang ada hanya pemeriksaan dan mereka memberikan layanan kepada warga yang akan masuk ke Kota Cirebon. Bagi yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, layanan vaksin disiapkan dan yang belum memiliki keterangan rapid test antigen juga disiapkan. “Untuk kendaraan di luar wilayah aglomerasi akan diputarbalikkan. Ada ratusan kendaraan di luar wilayah aglomerasi yang sudah diputarbalikkan dan begitu juga yang mendapatkan rapid test antigen. Untuk rapid test antigen, sampai saat ini semuanya non reaktif,” tandasnya. (Agus)