Angklung Elektrik Dihadirkan di Gedung DPRD Kota Cirebon
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC),- Angklung Elektrik atau bisa disebut Angklek dihadirkan di gedung DPRD Kota Cirebon. Kehadiran Angklek yang merupakan perpaduan alat musik tradisional Jawa Barat dengan teknologi elektronik ini tidak semata-mata untuk mengisi atau menghias ruang saja, melainkan untuk dimainkan sekaligus memperkenalkan karya sekumpulan pemuda Kota Cirebon ini.
Adapun yang membawa Angklek ke DPRD Kota Cirebon sendiri merupakan inisiatif dari Wakil Ketua DPRD Fitria Pamungkaswati.
“Saya ingin ada alat tradisional di DPRD, guna memperkenalkan lagu-lagu khas Cirebonan. Angklung elektrik buatan tangan kreatif dari generasi 4.0 dan cara memainkan alat musik ini dikomandoi oleh perangkat elektronik yang disambungkan pada angklung yang sudah di desain sedemikian rupa,” ungkap Fitria, Senin (21/9)
Fitria berharap para tamu yang datang mengunjung kantor DPRD akan merasakan musik khas kota Cirebon, sehingga tamu ini merasa bahwa benar-benar ada di Cirebon, sama seperti di Jogja, dan ketika berada di bali selalu terdengar lantunan lagu khas tradisional dari Kota-kota tersebut.
“Agar teringat dan terngiang seperti kalau di Bali atau Yogyakarta dan kenapa pilihnya angklung yang akan menyambut tamu-tamu dari luar daerah saat berkunjung ke DPRD Kota Cirebon karena dia punya ciri khas suara yang tersendiri,” katanya.
Fitria juga mengungkapkan jika angklung elektrik ini di buat oleh anak-anak kreatif di Kota Cirebon, akan setiap hari dimainkan dengan musik-musik tradisional.
Sementara itu, Harry Saputra Ghani anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon menyambut baik adanya angklung elektrik. Menurutnya, angklung elektrik akan membuka peluang usaha bagi muda mudi kreatif di Kota Cirebon.
“Ini sudah sangat inovatif dan sudah sangat layak bisa menjadi peluang bisnis bagi mereka. Mungkin perlu diperbaiki pada bagian yang kosong ini diberikan ornamen mega mendung. Tapi dengan kemudahan teknologi ini, saya harap muda mudi yang lain tetap belajar menggunakan angklung secara manual. Saya harap seperti itu,” ungkap Harry.
Harry menyatakan, Angklek merupakan karya muda mudi di Kota Cirebon yang perlu diapresiasi meskipun ada kelebihan dan kekurangannya.
“Saya rasa sangat patut di apresiasi karya ini dan saya juga berharap muda mudi di Kota Cirebon tidak begitu saja meninggalkan budaya musik angklung yang di miliki,” tandasnya. (Sarrah)








Tinggalkan Balasan