Angka Stunting di Majalengka Turun 7,8 Persen
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka mengklaim, kasus stunting atau gizi buruk di kabupaten yang berjuluk Kota Angin ini mengalami penurunan sebesar 7,8 persen dari 9.296 Balita pada tahun 2020.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majalengka, H. Alimudian dalam pertemuan Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Majalengka tahun 2020, yang digelar di salah satu hotel di Majalengka, Selasa (3/11).
Kepala Dinkes Kabupaten Majalengka, H. Alimudin menjelaskan, penurunan kasus stunting tersebut diketahui dari 9.296 jumlah balita di Kabupaten Majalengka usia 0-5 tahun telah melaksanakan penimbangan sebanyak 6.295 balita.
“Jumlah tersebut berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2018, sebanyak 36,7 persen kasus stunting, sedangkan hasil penimbangan balita tahun 2020 menurun menjadi 7,8 persen dari jumlah balita 9.296,” ungkapnya.
Dikatakan dia, saat ini Dinkes terus melakukan penanganan pencegahan stunting dengan berbagai program, yang di antaranya, Pemberian Makan Tambahan (PMT) kepada ibu hamil dan balita, serta pemberian vitamin kepada remaja.
“Kami juga mengimbau, kepada para orangtua agar lebih rajin dalam menimbang balitanya di Posyandu, untuk terus memantau berat dan tinggi badan balita,” imbaunya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka, Eman Suherman mengungkapkan, bahwa stunting sendiri merupakan kondisi gagalnya pertumbuhan pada tubuh dan otak anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Menurut dia, berdasarkan data dari WHO, Indonesia saat ini termasuk dalam kondisi darurat stunting. Sementara, di Majalengka sendiri, menjadi daerah dengan kasus stunting atau anak bertubuh pendek sangat rawan. Hal itu karena selama ini banyak masyarakat mengalami gizi buruk berkepanjangan, atau malnutrisi kronis dan ditambah beberapa faktor yang mengakibatkan stunting.
“Pemkab Majalengka saat ini terus mengatasi berbagai penanganan permasalahan stunting, termasuk di berbagai dinas dan instansi, baik itu perbaikan gizi dengan pelayanan Posyandu dan pembuatan MCK, serta sanitasi yang baik di lingkungannya masing-masing,” tukasnya. (Ibin)








Tinggalkan Balasan