Anggota Komisi IX DPR RI Tinjau Layanan Peserta JKN di Kota Cirebon
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Netty Prasetiyani melakukan kunjungan ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Jumat (5/6).
Kunjungan tersebut dilakukan guna meninjau layanan yang diberikan bagi peserta JKN-KIS.
Dalam acara kunjungan yang disambut baik oleh seluruh duta BPJS Kesehatan Cabang Cirebon tersebut, Hj. Netty Prasetiyani juga berbincang dengan sebagian peserta yang sedang memperoleh layanan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Cirebon.
“Ada kebiasaan baru yang harus dilakukan sejak adanya Pandemi Covid-19. Petugas keamanan memeriksa dan mengecek suhu tubuh, juga memberikan cairan pencuci tangan. Ini upaya yang sangat baik yang dilakukan guna mencegah penyebaran Virus Covid-19,” ujar Hj. Netty Prasetiyani.
Dalam kunjungan tersebut, Hj. Netty Prasetiyani menjelaskan bahwa dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang berkualitas, layanan kesehatan di fasilitas kesehatan semestinya memiliki porsi yang paling sedikit.
Kontrol diri sendiri dan lingkungan sekitar serta perilaku sehari-hari dari masyarakatlah yang seharusnya berperan lebih banyak.
Oleh karenanya ia berharap BPJS Kesehatan dapat terus mengupayakan edukasi kepada masyarakat untuk dapat menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
“Tidak dipungkiri bahwa masyarakat menerima manfaat yang sangat besar dari keberadaan BPJS Kesehatan. Kalau kita bicara tentang Kesehatan tentu semua orang tidak menolak bahwa kesehatan adalah segalanya, karena segala sesuatu tidak mungkin dilakukan tanpa kesehatan yang dimiliki. Oleh karenanya BPJS Kesehatan memiliki peran yang penting disini,” ungkap Hj. Netty Prasetiyani.
Selain itu, menurut Hj. Netty Prasetiyani pemerintah daerah juga memiliki peran penting dalam menjamin masyarakat yang tidak mampu dengan cara mendaftarkan penduduknya sebagai Peserta JKN-KIS segmen Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.
“Insya Allah ini menjadi momentum bagi kita untuk terus dapat meningkatkan dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, karena bagaimanapun juga kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Maka, untuk mewujudkan Indonesia sehat dibutuhkansuatu kolaborasi optimal antara pemerintah, masyarakat dan sistem kesehatan, terutama dalam penanganan pandemi ini,” ucap Hj. Netty Prasetiyani dalam siaran pers yang diterima FC, Senin (8/6).
Senada dengan Hj. Netty Prasetiyani, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cirebon, Budi Setiawan menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan tentu saja tidak mungkin menjalankannya sendiri.
Diperlukan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak untuk mewujudkan tujuan yang diamanatkan oleh konstitusi, meningkatkan kualitas layanan, serta juga menjaga kesinambungan Program JKN-KIS ini.
Kunjungan ibu Netty untuk melihat langsung pelayanan di lapangan, merupakan bentuk nyata dukungan dari lembaga tinggi negara terhadap program strategis nasional ini.
Masih menurut Budi Setiawan, cukup banyaknya peserta yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan menyiratkan bahwa Program JKN-KIS ini sudah menjadi salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat.
Hampir setiap hari sebelum pandemi, sekitar 300 sampai dengan 400 peserta mendatangi setiap kantor layanan di wilayah BPJS Kesehatan Cabang Cirebon.
Padahal jika dilakukan sampling, sebagian layanan yang dibutuhkan oleh peserta tersebut juga dapat dilakukan melalui Care Center 1500400, ataupun Aplikasi Mobile JKN.
“Kami akan secara terus-menerus meningkatkan penyampaian informasi pada masyarakat akan adanya kanal layanan lain yang dapat digunakan untuk memperoleh layanan kepesertaan, disamping tentu saja informasi yang terkait promosi kesehatan. Kami juga akan berkoordinasi lebih intensif dengan perangkat desa, sebagai satuan pemerintahan terkecil, untuk dapat membantu menyampaikan semua informasi seputar Program JKN-KIS dimaksud,” pungkas Budi. (Andriyana)








Tinggalkan Balasan