MAJALENGKA, (FC).- Anggota DPRD Kabupaten Majalengka yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) II pada Rabu  (15/2), melakukan penjaringan aspirasi masyarakat lewat kegiatan reses.

Sebanyak 10 wakil rakyat yang berasal dari dapil II (Jatiwangi, Ligung, Jatitujuh dan Kertajati) disebar ke beberapa titik untuk menampung keluhan masyarakat yang diwakilinya.

Kesepuluh anggota dewan tersebut adalah Ade Kartika (Nasdem),Edi Karsidi (Gerindra), Rasum, Iif Rivandi, Nono Sudarsono (PDIP), Herni Mardiana, Moch Adam Nurhilaludin (Golkar), Riswan (PAN), Deni Koharudin (PKS) dan Muhamad Jubaedi (PKB). Kesepuluh anggota dewan tersebut melakukam reses masa Persidangan II tahun 2023  di kantong kantong pemilih mereka.

Dalam reses tersebut anggota dewan dibanjiri berbagai macam keluhan masyarakat dari mulai kerusakan infrastruktur jalan, penangan banjir, Penerangan Jalan Umum ( PJU ) yang kurang memadai, gedung sekolah yang sudah pada rusak, kelangkaan pupuk, kesulitan mendapatkan KIS dan keluhan yang lainnya.

Seperti yang terjadi di Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati, di sana masyarakat berharap pemerintah memperhatikan sarana gedung TK yang saat ini cuman ada satu ruang kelas.

Padahal jumblah murid di TK Desa Sukamulya cukup banyak, sehingga ruang kelas yang ada sudah tidak cukup menampung jumblah murid.

“Pak dewan kami mohon gedung TK di Desa Sukamulya minta diperhatikan. Selama ini gedung TK hanya satu ruangan, ini juga bekas kantor Puskesmas yang saat ini pindah ke Desa Mekarmukya. Sementara jumblah murid cukup banyak, karena dari desa tetanggapun menyekolahkan anak TK nya ke sini,” ujar perempuan bernama Atikah yang mengaku guru TK di Desa Sukamulya.

Sementara seorang tokoh masyarakat setempat meminta agar anggota dewan bisa memperjuangkan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Karena selama ini warga sudah banyak yang didaftarkan namun sampai hari ini KIS yang dijanjikan belum juga diterimanya.

“Kami mohon pak dewan untuk menjembatani kepada pemerintah terkait KIS, jangan sampai kami masyarakat kecil hanya  di PHP in aja,” ujar Ahmad Sodikin.

Keluhan serupa disampaikan warga kecamatan Ligung yang mengikuti reses dewan yang digelar oleh Nono Sudarsono di Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung. Dalam reses tersebut masyarakat mempertanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi disaat petani membutuhkan.

“Tolong pak perhatikan nasib petani, setiap musim tanam tiba pupuk bersubsidi selalu langka. Kami terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal,” tegas Tarlam petani asal Desa Wanasalam yang ikut hadir dalam reses.

Baik Edi Karsidi maupun Nono Sudarsono, selaku anggota DPRD Kabupaten Majalengka, menyatakan kesiapannya menampung semua keluhan yang terjadi di masyarakat.

Baginya reses ini adalah momentum untuk menampung dan menggali berbagai keluhan yang selama ini terjadi.

“Insya Allah, kami akan memanggil pihak pihak terkait agar keluhan masyarakat segera tertangani,” ucap Edi dihadapan peserta reses. (Munadi)