KAB. CIREBON, (FC).- Anggaran relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Batembat Kecamatan Tegahtani ke daerah Kenanga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon masih diupayakan pemerintah.

“Secara keseluruhan, kurang lebih anggarannya sekitar Rp30 Miliar,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh Encus Suswaningsih saat dikonfirmasi FC melalui pesan WhatsApp nya, Minggu (7/3).

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pertanian saat ini masih mencari anggaran pendukung, untuk membangun tempat relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah Kenanga, Kecamatan Sumber.

Hal itu menyusul lokasi RPH yang saat ini berada di Desa Batembat Kecamatan Tengah tani, dinilai sudah tidak layak dan berdekatan dengan pemukiman penduduk.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, drh Encus Suswaningsih mengatakan, dari segi bangunan juga tergolong sudah tua.

RPH saat ini juga kurang ditunjang Instalasi pengolahan air limbah (Ipal) yang belum optimal.

“Kami masih berupaya merelokasinya, Alhamdulillah tempatnya sudah ada, tinggal menunggu anggaran untuk pembangunannya saja,” kata Encus, Selasa (2/3).

Encus menambahkan RPH yang berdiri sejak tahun 1967 itu, sampai dengan sekarang memproduksi pemotongan sekitar 18-25 ekor hewan, dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, Subang, Lampung dan Wilayah Cirebon.

Sebelumnya relokasi RPH Desa Batembat Kecamatan Tengahtani sendiri, akan direlokasi ke Kelurahan Pejambon, namun karena adanya penolakan dari warga, rencana itu dibatalkan dan dipindah ke daerah Kenanga, Kecamatan Sumber.

Sementara itu, dampak pandemi Covid-19 diakui nya, RPH Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani membuat jumlah hewan yang dipotong menurun.

“Sekarang hanya satu sampai dua sapi saja, biasanya banyak, ini karena stok dipasar tercukupi karena pembeli di pedagang pasar sendiri berkurang,” kata Jojo petugas RPH Desa Batembat. (Egi/Job/FC)