KAB.CIREBON, (FC).- Rencana pembangunan di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, terancam tersendat pada tahun anggaran 2027 menyusul turunnya alokasi Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) secara signifikan. Dari sebelumnya Rp1,4 miliar, anggaran PIK Kecamatan Weru dipangkas menjadi Rp1 miliar.

Penurunan tersebut disampaikan Camat Weru, Hevazi Aldahary, usai pelaksanaan Pra Musyawarah Rencana Pembangunan (Pra Musrenbang) Kecamatan Weru tahun anggaran 2027 yang digelar di aula kecamatan, Rabu (21/1).

Hevazi mengungkapkan, pemangkasan anggaran ini berdampak langsung terhadap penentuan skala prioritas pembangunan, khususnya pada sektor infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pengembangan kebudayaan.

“Meski anggaran PIK menurun, usulan kami tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, pemberdayaan ekonomi, dan kebudayaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total anggaran Rp1 miliar tersebut, sekitar Rp700 juta dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.

Sementara sisanya digunakan untuk program pemberdayaan masyarakat dan sektor lainnya.

Menurut Hevazi, kondisi tersebut belum ideal mengingat masih banyak ruas jalan di wilayah Kecamatan Weru yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

Namun demikian, pihaknya memahami keterbatasan fiskal yang tengah dihadapi pemerintah daerah.

Selain perbaikan jalan, anggaran PIK juga dialokasikan untuk penanganan banjir di sejumlah desa, di antaranya Desa Weru Kidul, Desa Megu Cilik, dan Desa Tegalwangi.

“Walaupun anggarannya terbatas, hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Hevazi berharap ke depan alokasi anggaran PIK untuk Kecamatan Weru dapat kembali ditingkatkan agar program pembangunan dapat berjalan lebih optimal dan merata. (Johan)