KUNINGAN, (FC).- Wakil Bupati Kuningan, Hj. Tuti Andriani, menegaskan bahwa olahraga tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan di tengah gempuran budaya modern.

Amih Tuti—sapaan akrabnya—menyampaikan hal itu saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Invitasi Olahraga Tradisional (Otrad) tingkat SD/sederajat se-Kabupaten Kuningan yang mengusung tema “Kuningan Melesat Menuju Jawa Barat Juara”, Rabu (22/10).

“Olahraga tradisional bukan hanya sekadar permainan, tetapi mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kerja sama, ketangkasan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan. Melalui kegiatan ini, kita melestarikan budaya sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap kearifan lokal,” ujarnya.

Ia merasa bangga melihat langsung antusiasme peserta dan masyarakat yang memadati kegiatan tersebut.

“Dulu saya sering ikut bermain olahraga tradisional yang sangat merakyat. Permainannya sederhana, tidak memerlukan biaya besar, tapi penuh keceriaan dan kebersamaan. Sekarang saya melihat anak-anak begitu semangat dan bahagia. Ini harus terus kita jaga agar tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, melalui Kasi Olahraga Pemberdayaan Pemuda, Dede Supardi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan ajang seleksi menuju tingkat provinsi.

“Tahun ini 30 kecamatan ikut serta, hanya dua kecamatan yang belum bergabung, yaitu Cilebak dan Selajambe. Mayoritas peserta berasal dari siswa kelas 6 SD,” jelasnya.

Panitia menggelar lima cabang olahraga tradisional, yaitu egrang, hadang, tarompah panjang, sumpitan, dan dagongan.

“Para pemenang tingkat kabupaten akan mewakili Kuningan pada Invitasi Otrad tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung akhir November mendatang,” tambahnya.

Kegiatan itu berlangsung meriah dan penuh semangat. Masyarakat Kuningan menunjukkan bahwa semangat gotong royong, sportivitas, dan kebersamaan dalam olahraga tradisional masih hidup dan terus tumbuh di tengah kehidupan mereka. (Angga/Job)