KOTA CIREBON, (FC).- Operasi Lalulintas Mudik Lebaran Idul Fitri 2023, dengan sandi Ops Ketupat Lodaya 2023, yang akan mulai digelar tanggal 18 April besok, jajaran kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana yang akan digunakan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Ariek Indra Sentanu turun langsung memimpin apel, mengecek peralatan, sarana dan prasarana, hingga kendaraan dinas yang akan dioperasikan selama Ops Ketupat.

“Hari ini, merupakan rangkaian dari kesiapan Polres Ciko menghadapi Ops Ketupat Lodaya 2023. Kita memastikan kesiapan, baik individu, sarana dan prasarana, sebelum nanti digunakan,” ungkap Ariek Minggu (16/4).

Tak hanya kendaraan, sarana prasarana pendukung lainnya juga dipastikan siap saat akan digunakan. Seperti perahu karet, mesin potong senso, hingga APAR.

“Kendaraan, sampai kendaraan khusus lainnya, sampai perlengkapan yang digunakan untuk membantu kelancaran mudik, ada senso dan APAR,” lanjut Ariek.

“Kondisi kendaraan 85 persen sampai 90 persen prima. Kalau kekurangan, akan kita perbaiki sebelum Ops ketupat Lodaya. Seperti ada lampu kurang terang, sirine kurang keras. Namun secara keseluruhan sudah siap,” jelasnya.

Peralatan pendukung lainnya, kata dia, juga ikut disiapkan. Seperti water barrier, traffic cone 120, rambu-rambu pembantu hingga petunjuk arah.

Untuk diketahui, pada Ops Ketupat Lodaya 2023 ini, Polres Cirebon Kota akan mendirikan 16 pos polisi, yang akan terdiri dari 1 Pos Terpadu berlokasi di GTC. Kemudian 7 Pos Pengamanan (Pospam), 3 Pos Pelayanan (Posyan) di titik rest area, 4 Pos Penjagaan dan Pengaturan (Gatur) di titik ramai, dan posko utama di Mako.

“Untuk pergeseran peralatan, kita akan mulai sebelum apel gelar pasukan nanti. Namun memang ada yang sudah mulai kita geser. Karena terlihat sudah ada yang mudik awal,” kata Ariek.

Kasatlantas Polres Cirebon Kota, AKP Triyono menambahkan, pemerintah memprediksi pada musim mudik tahun ini akan ada pergerakan masyarakat, meningkat 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari 85 juta tahun lalu, menjadi 123 juta.

“Kita telah mempersiapkan tim urai di titik rawan kemacetan. Tim urai akan membantu arus lalulintas di tol dan arteri tidak macet,” ucapnya.

Masih dikatakan Triyono, untuk menekan kemacetan di jalur arteri, kepolisian pun memberikan imbauan, terutama kepada pemilik restoran, serta pemilik toko yang berada di jalur arteri.

Agar selama arus mudik ini, mengatur perparkiran. Sehingga tidak parkir sembarangan di badan jalan, dan memperparah kemacetan di jalur non tol.

“Imbauan sudah kami sampaikan. Kami juga akan menyiapkan petugas di lokasi tersebut,” tambah Triyono. (Agus)