Akibat Covid-19, Operasi Ketupat 2020 Digelar Sejak Awal Ramadhan
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Pelaksanaan operasi ketupat lodaya yang biasa dilaksanakan akhir Ramadhan, kini dilaksanakan 1 Ramadhan 1441 H atau 24 April 2020 M. Hal itu dikarenakan adanya wabah Virus Corona (Covid-19) yang melanda tanah air ini.
Selain dibuat posko operasi ketupat, didirikan pula Pos Check Point Covid-19 yang berada di daerah perbatasan Majalengka. Tujuannya untuk mengecek kesiapsiagaan personel dalam pelaksanaan operasi ketupat 2020 dan Cek Point pemudik dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Majalengka, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, di sela-sela kunjungannya ke Posko Operasi Ketupat Lodaya di Kecamatan Cikijing dan Pos Check Point Perbatasan Majalengka-Kuningan- Ciamis, sembari memberikan bingkisan makanan kepada para petugas posko untuk berbuka puasa, Rabu, (29/4).
Turut mendampingi, Komandan Kodim 0617/Majalengka Letkol Inf. Harry Subarkah, serta para pejabat utama di lingkungan Polres setempat.
Menurut Kapolres, operasi ketupat yang digelar Polri tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Itu dikarenakan negara Indonesia ini tengah menghadapi badai Covid-19 yang berdampak sistemik.
“Biasanya operasi ketupat (operasi pengamanan arus mudik dan balik lebaran) dilakukan jelang lebaran dan seminggu setelahnya. Tapi, tahun ini sudah dimulai sejak 1 Ramadhan 1441 H atau 24 April 2020 – 30 Mei 2020,” katanya.
Dijelaskan dia, operasi yang berlangsung selama 37 hari ini, yakni Oprasi Ketupat Lodaya dan Pos Check Point Covid-19.
Adapun lokasi Pos Chek Point sendiri, sambung dia, berada di perbatasan wilayah Kabupaten Majalengka, seperti di Kecamatan Kadipaten, Kertajati, Jatitujuh, Ligung, Sumberjaya, Sindangwangi, Cikijing, Cingambul, Malausma, dan Lemahsugih.
“Kami akan perketat pemeriksaan kendaraan, terutama dari luar kota di Pos Check Point. Ini sebagai tindak lanjut larangan mudik pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jika ada kedapatan melakukan mudik akan diminta putar balik,” ucapnya.
Disamping memperketat pemeriksaan kendaraan yang masuk Majalengka, lanjutnya, petugas juga menyemprotkan kendaraan dengan cairan disinfektan, memeriksa suhu tubuh, dan jika ada pemudik yang menjurus ke Covid-19, akan diarahkan kepuskesmas dan rumah sakit terdekat.
Dia menambahkan, di Posko Check Point itu, petugas gabungan melakukan pengawasan dan menghalau para pemudik yang masuk ke wilayah Majalengka, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Saya juga berpesan kepada para petugas posko agar tetap semangat, jaga solidaritas antar instansi, layani pengguna jalan dengan humanis,” pintanya. (Ibnu)








Tinggalkan Balasan