KAB.CIREBON, (FC).- Abrasi pantai mengancam keberlangsungan usaha petani garam di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Puluhan hektare lahan produksi garam yang menjadi sumber penghidupan warga kini hilang akibat terus tergerus air laut.

Kondisi tersebut membuat para petani garam kehilangan lokasi produksi.

Keterbatasan lahan yang masih dapat dimanfaatkan untuk tambak garam menjadi persoalan serius bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan ekonomi dari sektor tersebut.

Kuwu Desa Melakasari, Sohibi, mengatakan sebelumnya wilayahnya memiliki sekitar 50 hektare lahan garam.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir lahan tersebut terus menyusut hingga sebagian besar tidak lagi dapat digunakan.

“Dulu lahan garam kami sekitar 50 hektare. Sekarang sudah hilang akibat abrasi dan air laut yang terus naik,” ujar Sohibi, Rabu (12/8).

Menurutnya, hilangnya lahan produksi berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Banyak keluarga yang sebelumnya bergantung pada usaha garam kini kehilangan sumber pendapatan dan kesulitan mencari lahan baru untuk kembali berproduksi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Desa Melakasari mencoba menghadirkan solusi dengan memanfaatkan aset desa seluas 1 hektare yang sebelumnya dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Lahan tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung pengembangan budidaya garam masyarakat.

Saat ini, sebanyak enam petani garam mulai mengelola lahan tersebut dan telah menghasilkan produksi perdana sekitar 6 ton garam.

“Kami terus melakukan pembinaan kepada para petani agar produksi maupun kualitas garam semakin meningkat,” katanya.

Sohibi berharap pengembangan lahan garam baru tersebut menjadi awal kebangkitan kembali sektor garam di Desa Melakasari.

Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak agar peluang masyarakat pesisir untuk kembali memiliki mata pencaharian semakin terbuka.

Menurutnya, keberadaan petani garam bukan hanya berkaitan dengan produksi komoditas, tetapi juga menyangkut keberlangsungan ekonomi warga pesisir yang selama ini mengandalkan potensi laut dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap Melakasari bisa kembali menjadi sentra garam di Cirebon Timur,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan abrasi membutuhkan perhatian bersama, terutama dalam penyediaan lahan, sarana produksi, serta perlindungan kawasan pesisir agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.

“Dukungan semua pihak sangat dibutuhkan agar mata pencaharian warga pesisir tetap lestari,” pungkasnya. (Nawawi)