KAB.CIREBON, (FC).- Persoalan jalan rusak di Kabupaten Cirebon masih terus menjadi sorotan dari berbagai elemen masyarakat, kini giliran warga Cirebon bagian barat yang mendesak agar Pemkab Cirebon segera merealisasikan perbaikan jalan penghubung Desa Luwungkencana dan Ujunggebang, Kecamatan Susukan.

Hal tersebut diungkapkan oleh masyarakat saat menghadiri reses anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi PDIP, H Abdul Kodir. Dalam kesempatan itu, Abdul Kodir juga mengaku gerah dengan banyaknya pertanyaan dari konstituen mengenai jalan rusak.

Menurutnya, kondisi jalan penghubung antara Desa Ujunggebang dan Luwungkencana, Kecamatan Susukan semakin memprihatinkan. Jalan berlubang dan bergelombang kerap dikeluhkan warga, bahkan sempat viral karena adanya aksi simbolik berupa penanaman pohon pisang dan makam dadakan di tengah jalan oleh warga setempat sebagai bentuk protes.

Menanggapi keresahan warga, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, H Abdul Kodir menyatakan komitmennya untuk terus mendorong percepatan perbaikan jalan tersebut. Dalam agenda reses di Desa Susukan. Abdul Kodir memastikan bahwa upaya perbaikan jalan akan masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada 2025.

“Sudah jadi komitmen kami untuk memperjuangkan perbaikan jalan ini. Tahun depan akan mulai dicor, tapi karena keterbatasan anggaran, dalam tahun ini pengerjaannya akan dilakukan dalam tiga tahap,” kata Abdul Kodir, Selasa (15/7).

Lebih dari sekadar pengaspalan, politisi PDI Perjuangan itu juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem drainase di kawasan tersebut. Ia menyebut, elevasi lahan persawahan yang lebih tinggi dari permukaan jalan membuat kawasan ini rawan banjir saat hujan turun deras.

“Tahapan – tahapan sudah dimulai oleh Pemkab Cirebon, yang pertama tahap 1 proses lelang, tahap ke dua dan tahap ketiga, jaminan Pemkab Cirebon tahun ini beres,” tandasnya. (Johan)