KAB. CIREBON, (FC).- Ancaman kekeringan yang menghantui petani Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, mulai menemukan titik terang.

Anggota DPRD Kabupaten Cirebon Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Kodir, turun langsung mengawal solusi persoalan krisis air yang sempat mengancam produktivitas pertanian warga.

Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan Forum Petani Desa Geyongan yang mengkhawatirkan kondisi lahan pertanian akibat minimnya pasokan air. Kekurangan air bahkan dikhawatirkan dapat menyebabkan gagal panen.

Abdul Kodir mengatakan, aspirasi para petani diterima setelah mereka menyampaikan kondisi irigasi pertanian yang mengalami kendala.

“Forum petani Desa Geyongan menghubungi saya sebagai anggota DPRD untuk menyampaikan bahwa kondisi perairan dan pertanian di wilayah tersebut sangat kekurangan air dan berpotensi terdampak gagal panen,” ujar Abdul Kodir, Rabu (26/8).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Abdul Kodir mendorong adanya audiensi dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, mulai dari Wakil Bupati Cirebon, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Dalam pertemuan tersebut, terungkap salah satu penyebab utama minimnya pasokan air ke lahan pertanian adalah kondisi embung yang mengalami kerusakan dan belum mendapatkan pemeliharaan optimal.

Perbaikan embung pun menjadi salah satu langkah yang disepakati untuk mengatasi persoalan pengairan di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah hasil audiensi memberikan harapan bagi para petani. Saat ini mereka sudah kembali beraktivitas. Kami juga meminta kepada pihak eksekutif, BPP, Dinas Pertanian, dan BBWS untuk segera melakukan perbaikan embung,” katanya.

Menurut Abdul Kodir, BBWS telah memberikan respons positif dan merencanakan perbaikan saluran outlet embung pada September mendatang.

Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga kebutuhan irigasi petani dapat terpenuhi, terutama saat memasuki musim tanam.

“Mudah-mudahan dengan diperbaikinya embung, debit air yang tertampung menjadi cukup untuk kebutuhan pertanian di Desa Geyongan. Harapannya para petani bisa kembali bercocok tanam dengan baik dan bahkan dapat mencapai tiga kali masa tanam dalam setahun,” ungkapnya.

Abdul Kodir menegaskan, pengawalan terhadap persoalan pertanian akan terus dilakukan agar kebutuhan dasar petani, khususnya ketersediaan air, dapat terpenuhi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, dan masyarakat dapat mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur pertanian di Kabupaten Cirebon. (Johan)