80 Lulusan FIK Unisa Didorong Jadi Insan Bermanfaat
KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 80 mahasiswa Fakultas Ilmu Keislaman (FIK) Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan resmi menyelesaikan pendidikan melalui kegiatan Yudisium Tahun Akademik 2025/2026.
Para lulusan didorong tidak hanya mengandalkan pencapaian akademik, tetapi mampu mengamalkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan yudisium yang berlangsung di Rageman Resto Kuningan, Sabtu (22/8), menjadi momentum penting bagi para lulusan sebelum memasuki kehidupan baru di tengah masyarakat.
Rektor UNISA Kuningan, Dr. Nurul Iman Hima Amrullah berpesan agar para lulusan menjadikan iman dan keyakinan sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berpikir dan perhitungan manusia, tetapi juga terdapat kehendak Tuhan di balik setiap perjalanan.
“Ada kalkulasi ilahi. Tidak semua aspek kehidupan harus diukur dengan kalkulasi akal atau pikiran manusia. Maka jadikanlah keyakinan dan keimanan sebagai perisai dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nurul Iman.
Ia menegaskan, lulusan FIK harus mampu menjadikan Al-Qur’an dan akhlak mulia sebagai pedoman ketika terjun ke masyarakat.
Ilmu keislaman yang diperoleh selama kuliah harus diwujudkan melalui sikap yang santun, terbuka, dan menghargai perbedaan.
“Jadilah penyambung dakwah rahmatan lilalamin. Jangan rusak Islam oleh pribadi. Santun dengan siapa saja, hargai keyakinan dan pikiran orang lain,” tegasnya.
Nurul Iman juga mengingatkan para lulusan agar tetap menjaga hubungan baik dengan almamater dan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya diukur dari profesi yang diraih, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada lingkungan sekitar.
“Jaga nama baik almamater. Harus berbakti di masyarakat. Urusan rezeki Tuhan yang mengatur. Jadi guru atau dai harus profesional, tetapi tetap abdikan diri di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dekan FIK UNISA Kuningan, Dr. Arif Fauzan mengapresiasi perjuangan para mahasiswa yang berhasil melewati seluruh proses pendidikan hingga mencapai tahap yudisium.
Ia menyampaikan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan orang tua, keluarga, dosen, dan seluruh pihak yang mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Arif berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah mendapatkan gelar akademik. Menurutnya, ilmu yang diperoleh di kampus harus menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata.
“Orang yang paling baik adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain,” ujarnya.
Sebanyak 80 lulusan tersebut berasal dari berbagai program studi, di antaranya S1 Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Perbankan Syariah, Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta S2 Pendidikan Agama Islam.
Yudisium tersebut menjadi tanda berakhirnya perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus awal pengabdian mereka untuk mengimplementasikan ilmu, menjaga akhlak, dan mengambil peran di tengah masyarakat. (Angga)








Tinggalkan Balasan