80 Hektare Sawah Terancam Kekeringan, Petani di Indramayu Minta Bantuan Damkar
INDRAMAYU, (FC).- Petani di Desa Lobener Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk membuka akses aliran irigasi demi menyelamatkan sekitar 80 hektare sawah yang terancam kekeringan pada musim kemarau.
Hal itu dilakukan karena saat musim kemarau debit air irigasi menurun, sementara posisi gorong-gorong yang lebih tinggi dari permukaan saluran membuat aliran air tidak dapat masuk ke area persawahan.
Untuk mengatasinya, petani bersama petugas Damkar membuka akses aliran air di bawah gorong-gorong dengan memanfaatkan semburan air bertekanan tinggi dari mobil pemadam untuk mengikis tanah. Setelah akses terbuka, petani memasang pipa agar air irigasi dapat mengalir ke area persawahan.
Salah seorang petani, Toto, mengatakan persoalan tersebut baru terjadi pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, meski air masih mengalir di saluran irigasi utama, posisinya lebih rendah dibandingkan gorong-gorong sehingga tidak dapat masuk ke lahan pertanian.
“Karena gorong-gorong ini terlalu tinggi, ketika air datang akhirnya tidak bisa masuk. Makanya petani berinisiatif membobol saluran di bawah gorong-gorong supaya meski airnya sedikit tetap bisa mengalir ke sawah,” kata Toto, Selasa (4/8/2026).
Menurut Toto, jalur pengairan tersebut menjadi akses utama yang mengaliri sekitar 80 hektare sawah di wilayah tersebut. Karena itu, para petani bergotong royong membuka jalur baru agar pasokan air irigasi tetap dapat mengaliri lahan pertanian.
“Harapan kami, air irigasi minimal bisa mengalir selama dua bulan. Kalau padi sudah mulai menguning, insyaallah tanaman akan lebih kuat. Syukur-syukur pasokan air tetap lancar sampai masa panen,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Damkar Kabupaten Indramayu, Sujono, mengatakan pihaknya mengerahkan dua unit mobil pemadam berkapasitas masing-masing 3.000 liter untuk membantu membuka jalur pengairan di bawah gorong-gorong.
“Kami diminta bantuan oleh petani. Air bertekanan tinggi dari mobil Damkar digunakan untuk mengikis tanah di bawah gorong-gorong agar bisa dibuat jalur pengairan menuju sawah,” ujar Sujono.
Dengan terbukanya jalur pengairan tersebut, para petani berharap pasokan air irigasi tetap dapat mengaliri sekitar 80 hektare sawah hingga masa panen. (Agus Sugianto)








Tinggalkan Balasan