KAB. CIREBON, (FC).- Masa transisi dari adaptasi kebiasaan baru (AKB) menuju new normal. Wilayah atau kecamatan di Kabupaten Cirebon yang sudah dianggap tidak ada lagi penyebaran kasus baru Covid-19 (kuning dan hijau,-red) dan memberlakukan sekolah dengan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

Diduga, dari kelonggaran serta adanya pemberlakukan KBM secara tatap muka menjadi potensi penularan virus Covid-19 di lingkungan sekolah. Terbukti berdasarkan pemeriksaan rutin imunisasi guru, satuan tugas (satgas,-red) menemukan delapan guru dinyatakan positif Covid-19.

“Kalau menurut data yang masuk di kita per hari ini, dan memang yang pemeriksaan itu belum semuanya keluar, karena kan teman-teman di lapangan bertahap tidak semuanya masuk. Dan perhari ini ada 8 guru yang positif,” kata Ketua Bidang Pelacakan dan Penanggulangan Covid-19 pada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, Rabu (18/11).

Enny melanjutkan, dengan terpaparnya seorang guru, pihaknya menduga terpapar oleh area sekelilingnya, karena aku wanita yang juga menjabat Kadinkes ini, saat ini sudah penularan transmisi lokal, artinya penularan virus Covid-19 tersebut sangat mudah menularkan, karena sudah ada disekitar atau disekelilingnya.

“Apalagi sekarang sudah KBM tatap muka, kalau dulu kan masih dalam jaringan dan hampir tidak ada guru yang terpapar, tapi sekarang sudah tatap muka, yang mengakibatkan tidak ada aktivitas acara keluar kota, tidak ada liburan dan hanya karena memang ketemu orang banyak namun mungkin pas lalai tidak memakai masker tidak menjaga jarak dan mencuci tangan akhirnya terkena,” jelas Enny.

Saat ini, masih dikatakan Enny, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap guru, karena, pihaknya (Dinas Kesehatan,-red) telah membagikan per-Puskesmas Virus Transport Media (VTM) masing-masing sebanyak 150.

“Semua puskesmas (60 puskesmas,-red) sudah dibagikan. VTM itu diperuntukkan untuk tenaga kesehatan (nakes), guru dan untuk orang yang kontak erat dengan kasus positif,” bebernya.

Diharapkan untuk guru yang telah dinyatakan positif tanpa gejala tentunya  harus berhenti tatap muka dengan muridnya, karena harus isolasi mandiri.  Sekaligus  menunggu hasil yang menyatakan sehat, kemudian hasil pemeriksaan fisik harus negatif dulu.

“Rekomendasi dari kami itu, kalau gurunya positif harus sehat dulu. Jangan mengadakan KBM tatap muka dulu,” katanya.

Tiap hari tercatat adanya penambahan kasus. Per hari ini, sudah 1.721 pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Rinciannya, 116 pasien meninggal dunia, 596 pasien dalam perawatan di rumah sakit maupun karantina mandiri, dan 1.009 pulih.

 “Penularan Covid-19 masih ada setiap hari. Hari ini saja ada tambahan 50 kasus sehingga jumlahnya menjadi 1.721 kasus,” bebernya. (Ghofar)