KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali membuka akses peluang kerja ke Jepang melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bagi masyarakat.

Sebanyak 75 peserta yang lolos seleksi kini mulai mengikuti pelatihan intensif sebagai bekal sebelum ditempatkan bekerja di sektor manufaktur Negeri Sakura.

Program tersebut resmi dibuka secara virtual oleh Bupati Cirebon H. Imron dari Pendopo Bupati Cirebon, Rabu (5/8).

Pelatihan akan berlangsung selama tiga bulan dengan fokus pada peningkatan kemampuan bahasa, pemahaman budaya kerja, serta kesiapan mental peserta.

Bupati Cirebon H. Imron mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Jepang masih terbuka luas, namun para calon pekerja harus memiliki kompetensi, kedisiplinan, serta mampu beradaptasi dengan budaya kerja yang berlaku.

“Peserta tidak hanya harus menguasai bahasa Jepang, tetapi juga memahami etos kerja dan budaya perusahaan di Jepang. Ini menjadi modal penting agar mereka mampu bersaing,” ujar Imron.

Ia menjelaskan, program pelatihan tersebut merupakan pelaksanaan kedua yang digelar Pemkab Cirebon.

Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terbukti dari sekitar 1.400 pendaftar yang mengikuti seleksi, namun hanya 75 orang yang dinyatakan lolos.

Selama mengikuti pelatihan, seluruh biaya peserta ditanggung Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketenagakerjaan. Fasilitas yang diberikan meliputi pelatihan bahasa dan budaya Jepang, pemeriksaan kesehatan, tes Igra, hingga psikotes.

“Setelah pelatihan selesai, peserta akan dipersiapkan bekerja di perusahaan manufaktur di Jepang dengan kontrak awal selama tiga tahun. Jika memiliki kinerja baik, kontrak dapat diperpanjang sesuai aturan perusahaan,” katanya.

Imron menyebutkan, biaya keberangkatan para peserta nantinya akan difasilitasi melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Cirebon.

Berdasarkan data 2025, jumlah penduduk Kabupaten Cirebon mencapai 2.413.814 jiwa dengan jumlah angkatan kerja sebanyak 1.289.532 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.206.611 orang telah bekerja atau sekitar 93,56 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka berada di angka 6,42 persen.

Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 0,32 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap menjadi tantangan agar masyarakat mampu bersaing, tidak hanya di pasar kerja nasional tetapi juga internasional.

Melalui program pelatihan bahasa dan budaya Jepang ini, Pemkab Cirebon berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses pekerjaan legal dengan standar internasional serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Ghofar)