6 Desa di Kecamatan Ligung Lakukan Fogging
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Dari itu kata Ely, kebiasaan 3M, yaitu menutup, menguras dan mengubur harus biasa dilakukan masyarakat.
“Jentik nyamuk itu tidak akan mati dengan adanya pengasapan atau fogging, untuk memusnakan jentik nyamuk tersebut masyarakat di himbau untuk menabur obat sejenis Abate ke setiap bak penampungan air. Dengan cara ini Insya Allah kita semua skan terhindar dari gigitan nyamuk aidep agesty yang bisa menimbulkan DB,” tutur Kapus Ely.
Bagi desa-desa yang menginginkan wilayahnya dilakukan pengasapan atau fogging, silakan Pemdesnya untuk menghubungi pihak Puskesmas. Nantinya akan diatur penjadwalan foggingnya.
“Maklum Kecamatan Ligung desanya banyak sehingga harus di jadwal manakala minta untuk di fogging. Ya mengingat keterbatasan tenaga dan prasarananya,” jelasnya.
Terpisah, Kades Lewunghapit, Didi Suryadi, membenarkan desanya telah dilakukan pengasapan. Hal ini mengingat ada warganya yang positif terkena DBD, sehingga untuk mencegah bekembang biaknya nyamuk tersebut, langkah yang diambil adalah dengan melakukan fogging.
“Mudah-mudahan dengan telah dilakukan pengasapan wilayah pemukiman Desa Leuweunghapit terbebas dari nyamuk penyebab DBD,” ujar Kades Didi singkat. (munadi)








Tinggalkan Balasan