58 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Masih di Arab Saudi, DPR Minta Pengawasan Diperketat
KAB.CIREBON, (FC).- Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaah umrah asal Indonesia. Saat ini tercatat masih ada puluhan ribu jemaah yang berada di Arab Saudi.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyebutkan sebanyak 58 ribu jemaah umrah asal Indonesia masih berada di Arab Saudi.
“Masih ada 58 ribu jemaah yang hari ini berada di Saudi Arabia,” ujar Selly, Rabu (4/3).
Ia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah terkait kondisi jemaah yang masih berada di Arab Saudi.
Menurutnya, koordinasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus diikuti langkah konkret seperti pendataan ulang jemaah, termasuk Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan jemaah mandiri.
Selly menekankan pentingnya pengawasan terhadap jemaah umrah mandiri yang biasanya menggunakan penerbangan transit saat keberangkatan maupun kepulangan.
“Mereka bisa saja pulang melalui negara transit. Karena itu perlu koordinasi dengan Konjen dan KJRI di negara-negara transit tersebut,” katanya.
Selain itu, ia meminta pemerintah mengantisipasi kebutuhan akomodasi dan logistik apabila terjadi keterlambatan kepulangan jemaah.
Pemerintah juga diminta mengawasi kemungkinan adanya penyelenggara perjalanan yang menelantarkan jemaah.
Menurut Selly, apabila ditemukan persoalan di lapangan, Kementerian Haji dan Umrah perlu melakukan pendataan dan penelusuran bersama kantor urusan haji di Arab Saudi serta perwakilan RI di sana.
Ia menambahkan, hingga saat ini sekitar 6.000 jemaah umrah telah dipulangkan ke Indonesia. Pemerintah, melalui KBRI, Konjen, dan Kementerian terkait, disebut terus memperbarui informasi mengenai perkembangan situasi jemaah di Arab Saudi.
Selly juga mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan umrah sementara waktu hingga kondisi di kawasan Timur Tengah dinilai aman. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan