INDRAMAYU, (FC).- Sebanyak 510 unit produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, menembus pasar internasional.

510 unit coir shade tersebut dikirim ke Spanyol terdiri dari empat varian, yakni Diagonal Hanging 3×3 sebanyak 139 unit, Diagonal Hanging 4×3 sebanyak 210 unit, Diagonal Hanging 3×3 model lainnya sebanyak 61 unit, serta Triangle 350 sebanyak 100 unit.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengatakan pembinaan keterampilan di dalam lapas penting untuk membekali warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat. Keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk bekerja maupun membuka usaha setelah selesai menjalani masa pidana.

“Bermasyarakat itu rada repot kalau misalnya tidak punya skill, tidak punya keahlian. Di Lapas ini banyak program pelatihan, bimbingan, sehingga ketika warga binaan selesai menjalani masa di sini, mereka punya keterampilan,” kata Lucky saat meninjau kesiapan pengiriman produk ekspor tersebut, Senin (28/9).

Lucky menyebut pelatihan di Lapas Indramayu tidak hanya berupa kerajinan, tetapi juga mencakup pembuatan makanan, beternak, bercocok tanam, hingga hidroponik. Berbagai keterampilan tersebut dapat menjadi pilihan bagi warga binaan yang kesulitan memperoleh pekerjaan formal setelah bebas.

“Kalau tidak bisa kerja secara formal, mereka bisa menjadi wirausaha. Jadi walaupun ada kawasan industri, tidak harus berpikir hanya bisa bekerja di pabrik. Mereka juga bisa membuka usaha di sekitar kawasan industri,” ujarnya.

Lucky menegaskan, Pemkab Indramayu juga membuka ruang dukungan untuk pengembangan kegiatan pembinaan di Lapas Indramayu. Dukungan itu dapat berupa pemanfaatan lahan, perbaikan fasilitas, bantuan bibit, hingga menjembatani kebutuhan dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

“Kita juga bisa menginformasikan atau menjembatani dengan pihak lain, misalnya CSR perusahaan. Karena Lapas Indramayu sudah membuktikan bahwa ini ada hasilnya,” tegasnya.

Menurut Lucky, pengiriman produk berbahan serabut kelapa ke Spanyol menunjukkan bahwa keterampilan warga binaan dapat menghasilkan produk yang memiliki pasar di luar negeri.

“Ini salah satu hasil yang bisa dibanggakan. Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu dan terbukti akan dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya sudah ada hasilnya dan ada market-nya di luar sana,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Aramichi Renggalih, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Program tersebut mencakup sejumlah pembinaan, mulai dari ketahanan pangan hingga pengembangan UMKM.

“Yang kita ekspor hari ini adalah bagian dari peningkatan UMKM. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” tuturnya.

Aramichi menambahkan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Forkopimda dalam pengembangan program pembinaan warga binaan. Pengiriman 510 unit coir shade ke Spanyol menjadi salah satu hasil pembinaan keterampilan warga binaan Lapas Indramayu yang telah menjangkau pasar internasional. (F-08)