“Setiap tahun kami bersama masyarakat menggelar acara ini, selain wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus dalam upaya melestarikan nilai-nilai tradisi budaya lokal sebagai bagian dari desa wisata,” jelas Abah Awam.

Wakil Bupati Kuningan, H. M Ridho Suganda yang mewakili Bupati Kuningan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Cibuntu yang tetap konsisten untuk melestarikan dan mengembangkan khazanah nilai-nilai tradisi leluhur melalui apresiasi gelar budaya sedekah bumi secara berkelanjutan.

Melalui semangat yang kuat dari masyarakatnya, menurut Wabup, acara Sedekah Bumi dapat dijadikan sebagai atraksi wisata budaya di daerah tujuan wisata Kabupaten Kuningan, khususnya di Desa Wisata Cibuntu.

“Perlu juga diketahui bahwa Desa Cibuntu merupakan desa yang sangat luar biasa dalam masalah pembinaan dan juga keterlibatanya dalam mengusung Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Wisata. Dan berkat kerja keras kepala desa beserta seluruh elemen masyarakatnya, Desa Cibuntu telah sukses meraih banyak prestasi yang diraih, sehingga bisa membanggakan kita semua, khususnya bagi Kabupaten Kuningan,” ungkap Wabup.

Dengan mengusung visi “Kuningan MAJU”, dalam mewujudkan 25 desa wisata di Kabupaten Kuningan, diakui Wabup merupakan tantangan yang berat. Oleh karena itu, Wabup meminta adanya keterlibatan masyarakat secara langsung dalam mewujudkannya.

“Salah satu sektor yang terkena dampak Covid-19 adalah pariwisata, untuk itu, khazanah nilai tradisi upacara adat Sedekah Bumi ini memilki arti penting dalam upaya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan,” tandasnya.