46 Lapak Pasar Sandang Tegalgubug Ludes Terbakar, Korsleting Diduga jadi Pemicu
KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran hebat melanda Pasar Sandang Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7).
Sebanyak 46 lapak pedagang hangus terbakar dalam peristiwa yang diduga kuat dipicu korsleting listrik pada instalasi yang tidak sesuai standar.
Kebakaran terjadi di Blok III As-Syafi’iyah, RT 02 RW 05, Desa Tegalgubug, Jalan Bypass Cirebon-Jakarta. Api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah lapak yang berada di Blok G dan Blok H.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 13.48 WIB dari anggota Polsek Arjawinangun.
“Regu I Damkar Sektor Arjawinangun langsung diberangkatkan pukul 13.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.05 WIB. Saat petugas datang, api sudah membesar dan menjalar ke beberapa lapak,” ujar Eno.
Untuk mempercepat penanganan, pihaknya meminta bantuan armada dari sektor lain, yakni Sektor Palimanan, Weru, dan Sumber. Sebanyak empat unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
Berdasarkan keterangan petugas keamanan pasar, api pertama kali terlihat sekitar pukul 13.30 WIB.
Warga bersama petugas keamanan sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya, namun api terus membesar hingga akhirnya meminta bantuan petugas kepolisian dan pemadam kebakaran.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik di bagian depan sebelah barat Blok G. Api kemudian menjalar ke arah timur dan memicu percikan yang membakar salah satu lapak di Blok H.
Saat kejadian, kondisi pasar sedang tidak beroperasi sehingga sebagian besar lapak dalam keadaan kosong tanpa aktivitas perdagangan.
“Indikasi awal api berasal dari instalasi listrik. Namun penyebab pastinya masih dalam pendalaman,” kata Eno.
Dalam proses pemadaman, salah seorang petugas mengalami kecelakaan kerja. Komandan Damkar Sektor Arjawinangun, Cuhandi, mengalami luka setelah telapak kaki kirinya tertusuk paku saat menjalankan tugas di lokasi kebakaran.
Proses pemadaman berhasil dilakukan pada pukul 15.06 WIB. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan hingga selesai sekitar pukul 16.22 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 45 lapak di Blok G dengan luas sekitar 540 meter persegi dan satu lapak di Blok H seluas 12 meter persegi mengalami kerusakan berat hingga hangus terbakar.
Sementara itu, area pasar seluas sekitar 109.448 meter persegi berhasil diselamatkan.
“Kerugian materiil masih dalam proses pendataan,” ungkap Eno.
Ia menambahkan, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan menuju lokasi yang cukup sempit, tidak tersedianya hidran sebagai sumber air, hingga banyaknya warga yang berada di sekitar area kebakaran.
Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak merambat ke blok pasar lainnya.
“Kami bersyukur api dapat dilokalisasi dan tidak meluas. Seluruh personel kemudian kembali ke sektor masing-masing untuk tetap siaga,” pungkasnya. (Johan)








Tinggalkan Balasan