KAB. CIREBON, (FC).- Sebanyak 32.499 siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Cirebon melaksanakan Ujian Sekolah (US) 2023. Ujian tersebut dilakukan di 855 sekolah dasar negeri dan swasta.

Hal tersebut disampaikan Bupati Cirebon, H Imron didampingi Kepala Dinas Pendidikan, H Ronianto saat meninjau pelaksanaan ujian sekolah tingkat sekolah dasar di SDN 1 Klayan, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/5).

Menurut Imron, kedatangannya ke sekolah tersebut untuk memastikan pelaksanaan ujian sekolah berjalan dengan lancar.  “Kita melihat ujian sekolah tahun sekarang, kalau tahun kemarin tidak ada ujian karena Covid-19, saat saya menanyakan kepada siswa terkait soal ujian, mereka (siswa) mampu mengerjakannya,” kata Imron.

Ia berharap kepada siswa yang mengikuti ujian sekolah bisa lulus dan bisa melanjutkan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP). “Mereka harus melanjutkan ke tingkat SMP dan SMA karena Kabupaten Cirebon wajib belajar 12 tahun,” kata Imron.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto mengatakan, ujian sekolah tingkat sekolah dasar ini dimulai Senin 22 Mei hingga 27 Mei 2023. Roni sapaan akarbanya berharap semua siswa yang mengikuti ujian sekolah di Kabupaten Cirebon semua lulus dan bisa melanjutkan ke tingkat SMP.

“32.499 siswa yang ikut ujian sekolah sekolah baik sekolah negeri dan swasta harus 100 persen lulus semua dan bisa melanjutkan ke SMP, karena daya tampung diperkiraan 50 persen untuk SMP Negeri jadi ada kuota 17.000, sisanya bisa diserap oleh sekolah swasta,” katanya.Disinggung terkait sistem zonasi saar PPDB tingkat SMP, Ronianto mengatakan sistem zonasi di Kabupaten Cirebon masih fleksibel. Karena sekarang untuk masuk ketingkat SMP tidak begitu berat, pasalnya daya tampung di sejumlah SMP masih belum terpenuhi.

“Rata-rata di Kabupaten Cirebon hanya ada beberapa sekolah yang penuh, sisanya masih pada kosong,” katanya.

Lebih lanjut, Ronianto menjelaskan pihaknya pada tahun ini akan menerapkan tidak ada siswa yang terkena drop out dan putus sekolah. Bahkan, Disdik Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan semua pihak untuk mengatasi masalah drop out ini.

“Tahun ini tidak ada siswa yang drop out dari sekolah dan yang putus sekolah, semua permasalahan kita akan cari solusinya intinya semua anak-anak wajib sekolah 12 tahun,” kata Ronianto.

Di tempat berbeda, Wakil Bupati Cirebon, Hj Wahyu Tjiptaningsing melakukan monitoring ke SDN 2 Pegagan Kecamatan Palimanan. Bunda Ayu sapaan akrab Wabup mengatakan, pihanya memberikan dukungan kepada siswa SD yang sedang mengikuti ujian sekolah. Ia berharap anak-anak ini ke depan bisa menjadi anak yang cerdas dan mampu bersaing didunia kerja agar kemiskinan di Kabupaten Cirebon bisa ditekan.

“Kita harus tekan kemiskinan dari hulu mulai dari pendidikan dasar, serta kami meminta kepada guru agar mereka memberikan pendidikan dengan kasih sayang, nanti sudah otomatis bisa menghasilkan anak-anak berakhlak baik dan soleh serta solehan dan cerdas bahkan bisa menjadi seorang pemimpin ke depannya,” katanya. (Ghofar)